BLORA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora menyatakan komitmen penuh untuk mengawal pengajuan Seni Barongan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO.
Dukungan lintas sektor—mulai dari politik, regulasi, hingga anggaran—disiapkan demi memuluskan langkah diplomasi budaya tersebut.
Ketua DPRD Blora, Mustopa, menegaskan bahwa Barongan bukan sekadar tontonan, melainkan detak jantung identitas kultural masyarakat Blora yang sarat nilai sejarah, spiritualitas, dan kearifan lokal.
”Barongan adalah jati diri wong Blora. Sudah selayaknya kita perjuangkan habis-habisan agar mendapat pengakuan dunia,” tegas Mustopa, Jumat (30/1/2026).
Langkah Konkret dan Pengawalan Anggaran
Sebagai langkah nyata, legislatif siap mengawal sisi administratif dan finansial. DPRD mendorong Pemerintah Daerah untuk segera merampungkan kajian akademik serta pendokumentasian komprehensif yang menjadi syarat mutlak usulan ke UNESCO.
”Kami pastikan dukungan regulasi dan anggaran tersedia. Ini krusial agar perjuangan kita tidak berhenti di tataran wacana atau seremoni belaka,” tambahnya.
Mustofa juga menyoroti pentingnya “Hexa-Helix”—kolaborasi solid antara pemerintah, pelaku seni, akademisi, hingga komunitas budaya. Menurutnya, seniman sebagai penjaga tradisi harus menjadi aktor utama sejak tahap awal persiapan.
Bukan Sekadar Mengejar Status
Meski optimistis, Mustofa menyadari tantangan yang ada, seperti minimnya literasi tertulis dan isu regenerasi seniman. Oleh karena itu, DPRD berkomitmen mendorong program pelestarian yang sifatnya berkelanjutan, bukan musiman.
“UNESCO memang target kita, tapi itu bukan tujuan akhir. Yang paling utama adalah bagaimana Barongan tetap hidup dan lestari di tangan generasi mendatang,” jelasnya.
Jika berhasil meraih pengakuan UNESCO, dampak positifnya diprediksi akan masif. Selain memperkuat perlindungan budaya, status tersebut akan menjadi magnet pariwisata internasional yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan seniman dan ekonomi kreatif di Blora.
“Ini adalah peluang besar untuk membawa nama Blora ke panggung internasional sekaligus membuktikan bahwa budaya lokal kita punya nilai universal,” pungkasnya.















