Wayang Thengul Masuk Dalam Paket Wisata Desa Bangowan

Ki Dalang Muslih asal Desa Kemiri Kecamatan Jepon Kabupaten Blora menata wayang yang akan dimainkan. || Foto. beritaku.net/Istimewa
Example 120x600

BLORA, (beritaku.net) –Kesenian Wayang Thengul khas Blora ditampilkan dalam pertunjukan pakeliran padat di dukuh Banyubang, Desa Bangowan, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Pertunjukan Wayang thengul menjadi paket wisata didesa Bangowan sudah di Uji Coba sejak 2021 lampau.

Pertunjukan Wayang Thengul atau wayang berbentuk boneka terbuat dari kayu dan aneka pernik karakter dipentaskan oleh Ki Dalang Muslih asal Desa Kemiri Kecamatan Jepon Kabupaten Blora.

Dalam pertunjukannya Kidalang Muslih  Mengambil cerita Menak dalam episode lakon Patih Arya Maktal Parang Teja gugur, berhasil memukau rombongan wisatawan yang diusung Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora waktu itu.

Kisah itu menceritakan sosok Arya Maktal yang dahulunya seorang brandal hingga bisa mengabdikan diri kepada kepada Wong Agung Jayengrana atau Amir Abyah yang memimpin sebuah kerajaan Islam.

Arya Maktal pun diangkat menjadi patih. Ketika terjadi peperangan melawan Kerajaan Medayin dirinya gugur membela tanah air.

Menurut Hanif Masa Dini, Sekdes desa Bangowan sekaligus pegiat wisata desa Bangowan Kecamatan Jiken Kabupaten Blora, yang sekaligus penerus pemilik Wayang Thengul generasi ketiga mengatakan kolaborasi wisata budaya wayang Thengul yang disinergikan dengan eduwisata hidroponik, pesona bukit Kunci, mewarnai replika Wayang Thengul dan petik sawo organic, cukup membuat wayang itu sendiri mulai dilirik kalangan muda-mudi.

Baca Juga :  Berkat Raih Piala Adipura, Pemkab Blora Berencana Naikkan Gaji Para Penyapu Jalan

“Minat masyarakat khususnya generasi muda terhadap pagelaran seni Wayang Thengul semakin rendah, hal ini yang menodorong kami untuk menjadikan wisata budaya yang kita kolaborasikan dengan wisata alam yang sudah ada saat ini,” kata Hanif.

Dengan demikian, lanjutnya, gairah generasi muda kembali menggeliat dan bangga seni budaya tradisional, khususnya yang ada di desa Bangowan.

“Saat ini dalang Wayang Thengul di Blora tinggal tersisa sekitar 4 orang. Ini tentu menjadikan kita sebagai penerus harus bisa berinovasi agar kesenian ini tidak punah dan bisa selalu dikenal generasi muda,” tutupnya.

banner 400x130

Tinggalkan Balasan