KENDAL, beritaku.net – Puluhan anggota dan nasabah Koperasi Bhakti Makmur Jaya mendatangi kediaman Mora Sandy Purwandono, anggota DPRD Kendal dari Fraksi Golkar, pada Jumat (27/3/2026). Aksi massa ini dipicu oleh dugaan penggelapan dana nasabah yang nilainya ditaksir mencapai Rp30 miliar.
Bendahara Koperasi Menghilang 15 Hari
Mora Sandy Purwandono, yang menjabat sebagai bendahara di koperasi tersebut, dilaporkan telah meninggalkan rumahnya selama 15 hari tanpa memberikan kabar pasti kepada pihak pengurus maupun nasabah. Ketidakhadiran oknum wakil rakyat tersebut memicu kemarahan warga yang merasa uang simpanan mereka telah disalahgunakan.
Massa yang didominasi oleh pedagang dan warga sekitar menuntut pengembalian dana mereka secara utuh. Mereka mendatangi rumah kediaman Mora Sandy untuk meminta pertanggungjawaban langsung atas hilangnya dana operasional koperasi yang sangat besar tersebut.
Kekecewaan Nasabah Atas Nilai Kerugian Fantastis
Salah satu nasabah, Setiati, yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang kopi di Boja, menyatakan kekecewaan mendalam atas tindakan oknum anggota dewan tersebut. Menurutnya, kerugian sebesar Rp30 miliar tersebut telah menyengsara rakyat kecil yang menaruh kepercayaan pada koperasi.
”Sangat kecewa tindakan yang dilakukan pak Sandi sudah menjadi anggota DPRD dan tega menggelapkan uang nasabah koperasi. Kami meminta cairkan uang kami segera,” tegas Setiati di lokasi kejadian.
Setiati juga menyayangkan sikap pelaku yang seharusnya menjadi wakil rakyat namun justru diduga mengambil hak-hak nasabah. Kerugian kolektif yang mencapai puluhan miliar tersebut dianggap sebagai pukulan telak bagi perekonomian warga.
Dampak Psikologis dan Keresahan Warga
Seorang warga sekaligus tetangga pelaku, Angga, mengungkapkan bahwa Mora Sandy telah pergi meninggalkan rumah sejak sebelum Hari Raya Idulfitri. Ia pun mengaku menjadi salah satu korban dari praktik dugaan penggelapan di Koperasi Bhakti Makmur Jaya tersebut.
”Saya juga korban di koperasi tersebut. Harapannya segera diselesaikan agar kondisi di warga sekitar bisa tenang kembali,” harap Angga.
Situasi di sekitar lokasi penggerudukan terpantau cukup tegang, namun massa masih berusaha menahan diri dari tindakan anarkis. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Fraksi Golkar maupun sekretariat DPRD Kendal terkait keberadaan Mora Sandy Purwandono















