BLORA, beritaku.net – Aksi tumpah tebu dilakukan di depan Pabrik Gula Gendhis Multi Manis (GMM), Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Senin (1/6/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes para petani tebu terhadap janji dari Bulog.
Pasalnya, Bulog sempat berjanji kepada para petani tebu Blora untuk menerima tebu para petani 100 persen pada bulan Mei 2026. Namun, hingga berganti bulan, janji tersebut tidak dipenuhi.
Aksi tersebut dilakukan oleh paguyuban petani tebu Blora, Front Blora Selatan (FBS) dan organisasi mahasiswa. Aksi tersebut juga mendapatkan keamanan dari aparat TNI-Polri.
Salah seorang perwakilan dari petani tebu, Anton Sudibyo menjelaskan aksi tersebut bertujuan untuk menagih realisasi janji dan komitmen Bulog yang sebelumnya telah disampaikan kepada petani tebu.
“Kami berharap agar perjuangan yang dilakukan dapat menjadi jalan keluar sehingga petani tebu di Kabupaten Blora tidak mengalami kerugian,” terang dia di atas panggung orasi.
Pihaknya juga menuntut komitmen Bulog terhadap perjanjian yang telah ditandatangani, karena hingga saat ini dinilai belum terealisasi sebagaimana yang diharapkan.
“Kita berharap agar aspirasi petani dapat sampai kepada Presiden RI dan memperoleh perhatian serta solusi yang konkret,” kata dia.
Menurutnya, tuntutan kepada Bulog juga merupakan bentuk dukungan terhadap program swasembada gula nasional yang menjadi salah satu program pemerintah.
“Apabila tuntutan petani tidak mendapatkan tanggapan yang memadai, petani tebu Blora berencana melakukan aksi lanjutan ke Jakarta untuk mempertanyakan pelaksanaan perjanjian yang telah disepakati,” ujar dia.
Sementara itu, Exi Wijaya perwakilan dari FBS memastikan aksi tersebut merupakan aksi damai.
“Aksi kita adalah aksi damai, tumpahkan kekesalan kalian di depan sini,” ujar Exi.















