BLORA, beritaku.net – Ruas jalan nasional Blora – Cepu, tepatnya di wilayah Blora – Jiken sedang ada pekerjaan galian telekomunikasi serat optik.
Pekerjaan tersebut dimulai sejak Agustus 2026 dan diperkirakan selesai pada akhir September 2026.
Pekerjaan yang dilakukan dengan menggali bahu jalan sedalam 1,5 meter dengan lebar 70 cm tersebut dianggap terlalu membahayakan bagi para pengguna jalan.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Blora, Santoso Budi Susetyo mengatakan pekerjaan tersebut memang kerap membahayakan pengguna jalan.
“Ada galian optik itu dari pengalaman yang dulu-dulu, ada banyak korban entah itu berupa kendaraan yang terperosok, bahkan ada beberapa korban kecelakaan dan ini tentu saja menjadi perhatian dari kami selaku anggota DPRD,” ucap dia saat ditemui usai Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan di Kantor Dinrumkimhub Blora, Jawa Tengah, Kamis (27/8/2026).
Berdasarkan keluhan masyarakat yang didapatkannya, Budi menyebut aktivitas galian serat optik cukup mengganggu lalu lintas dan pandangan para pengguna jalan.
“Jelas mengganggu ya, mengganggu untuk lalu lintasnya bahkan juga mengganggu secara pandangannya seperti itu,” terang dia.
Bahkan, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengaku kegiatan pekerjaan tersebut tidak memberi tahu pemangku wilayah setempat.
Hal itu terungkap saat dirinya berdiskusi dalam forum tersebut yang juga dihadiri oleh pemangku wilayah setempat.
“Pengakuan dari stakeholder yang hadir ini pemangku wilayah tidak ada satupun yang merasa diminta ada pemberitahuan, tidak ada sama sekali. Makanya ini juga evaluasi bagi kita ke depannya seperti itu,” kata Budi yang juga warga Jepon tersebut.
Di sisi lain, ia menyadari pekerjaan galian optik sangat penting untuk pembangunan terutama pada bidang telekomunikasi.
Namun, sebagai wakil rakyat, ia juga mempunyai kepentingan agar kegiatan galian optik tersebut harus dijalankan sesuai dengan standar.
“Kita harus pastikan, kita harus kawal, finishing itu nanti benar-benar. Standar sesuai spek dan untuk meminimalisir kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan, terutama kendaraan yang terperosok dan laka-laka yang lain,” jelas dia yang juga pengguna jalan tersebut.
Dalam waktu dekat, ia bersama lintas instansi juga bakal melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan pekerjaan tersebut sesuai dengan peruntukannya dan tidak menimbulkan persoalan di masa mendatang.














