Hari Terakhir, Pameran Foto Pohon ‘Merti Kayon Blora 2026’ Banjir Pengunjung

Para pengunjung pameran Merti Kayon Blora di Blora Creative Space (BCS), pada Selasa (27/10/2026)

BLORA, beritaku.net – Pameran foto pohon bernarasi yang dibuat oleh Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Pengurus Cabang Nadhlatul Ulama (PCNU) Blora memasuki hari terakhir.

Pameran foto pohon bernarasi yang diberi judul Merti Kayon Blora 2026 dengan tema ‘Merawat Pohon Kehidupan, Menjaga Warisan Alam’ tersebut digelar di Blora Creative Space (BCS), Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Awalnya pameran tersebut hanya digelar selama Kamis (22/10/2026) sampai Sabtu (24/10/2026).

Namun, karena pameran tersebut dianggap sangat menarik, maka diperpanjang hingga Selasa (27/10/2026).

Selama pelaksanaan pameran tersebut, ratusan pengunjung silih berganti melihat-lihat foto pohon besar dan tua serta narasinya.

Seorang guru SDN Tempelan, Ida Nurcahyani mengatakan pemeran foto pohon tersebut cukup menarik karena mampu menambah pengetahuan bagi para siswa.

“Menurut saya dengan adanya pameran Merti Kayon ini anak-anak bisa menambah pengetahuan terutama untuk berbagai jenis pohon yang ada di Kota Blora, termasuk asal-usul dan sejarahnya, juga manfaat dari adanya pohon-pohon yang ada dan tumbuh di Kota Blora,” ucap dia saat ditemui di lokasi, Selasa (27/10/2026).

Ia juga mengajak sebanyak 113 siswa untuk melihat, menulis dan mendengarkan penjelasan dari panitia pameran tersebut.

Tak hanya dari para siswa SD, pada hari terakhir pelaksanaan pameran tersebut, pengunjung juga datang dari kalangan siswa SMP.

Salah seorang guru SMPN 6 Blora, Kholil mengajak sebanyak 30 siswa dengan mengendarai sepeda dari sekolahan menuju lokasi pameran foto pohon tersebut

Menurutnya, pameran tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran dan literasi bagi para anak didiknya.

“Untuk pameran di sini saya rasa bagus untuk pembelajaran ya, karena ini termasuk yang ditampilkan di sini adalah kearifan lokal yang mungkin dari anak-anak itu kurang tahu akan dari pada daerah-daerah yang ternyata ada situs-situs, pohon-pohon yang di masyarakat itu dibudayakan,” kata dia saat ditemui di lokasi.

Dirinya berharap para siswa bisa semakin penasaran untuk mendatangi lokasi keberadaan pohon tersebut setelah melihat pameran foto itu.

“Dari pameran ini anak bisa tahu, anak bisa belajar dan tanpa harus datang ke tempatnya langsung mereka bisa dapat pembelajaran dari sini. Mungkin dari sini mereka punya rasa penasaran dan mereka bisa datang ke tempat itu dan melihat bahwasanya tempat-tempat tersebut masih harus dibudayakan,” terang dia.

Sementara itu, Nilam salah satu siswi SMPN 6 Blora merasa senang dengan melihat pameran foto pohon bernarasi.

Dari sebanyak 38 foto pohon tersebut, ada satu pohon yang menarik perhatiannya, yakni pohon Ringin Padusan Cino.

“Dengan melihat pameran ini, saya mendapatkan pengetahuan tentang banyak pohon, salah satunya adalah Ringin Padusan Cino, untuk jodoh dan rezeki,” kata dia.

Berikut narasi pohon ringin padusan cino.

‘Dari cerita masyarakat sekitar, sendang di bawah pohon ringin itu dahulu menjadi tempat mandi muda-mudi etnis Tionghoa. Tujuannya untuk memohon kemudahan jodoh dan kelancaran rezeki, sehingga sebagian masyarakat menyebutnya Padusan Cino.

Keberadaannya di tengah hamparan sawah membuat area ringin ini terlihat begitu mencolok, layaknya pulau kecil di laut yang hijau. Dan yang lebih istimewa, airnya jernih, bisa langsung diminum’.

Selain para siswa SDN Tempelan dan SMPN 6 Blora, para pengunjung yang datang pada hari terakhir pameran tersebut antara lain para SMP Insan Gemilang, SD Karangjati, SD Muhammadiyah, hingga SMP Sion.

Sebelumnya diberitakan, Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Blora membuat pameran foto pohon bernarasi di Blora Creative Space (BCS) selama beberapa hari.

Pameran foto bernarasi yang diberi judul Merti Kayon Blora 2026 dengan tema ‘Merawat Pohon Kehidupan, Menjaga Warisan Alam’, memamerkan narasi dan foto tentang pohon-pohon yang ada di Kabupaten Blora, Jawa Tengah yang usianya lebih dari 100 tahun.

Ketua Lesbumi PCNU Blora, Dalhar Muhammadun mengatakan pameran foto pohon bernarasi tersebut diawali dengan inventarisasi partisipatif lebih dari sebulan yang dilakukan oleh warga Blora terhadap keberadaan pohon-pohon besar yang usianya diperkirakan lebih dari satu abad.

“Setidaknya kerja-kerja jurnalistik, kerja-kerja literasi dilakukan oleh para peserta sehingga yang dihasilkan tidak hanya foto tetapi narasi yang komplit dari masing-masing peserta terungkap banyak hal bahwa kesimpulan yang kita ambil setiap pohon yang lebih dari 100 tahun pasti banyak cerita yang ada dibaliknya,” ucap dia saat pembukaan pameran pada Kamis (22/10/2026).

Sebanyak 38 foto pohon beserta narasi yang dipamerkan dalam pameran tersebut memiliki cerita yang cukup penting terkait keberadaan pohon-pohon besar dan tua yang masih tetap lestari hingga hari ini.

“Mulai dari pohon yang menjadi bagian dari sendang, pohon yang menjadi bagian sejarah, pohon yang menjadi bagian dari kegiatan-kegiatan sosial hari ini, bahkan pohon yang menjadi tempat untuk kegiatan kebudayaan dan tentu saja pohon sebagai rumahnya hantu maupun semua makhluk,” kata dia.

Bahkan, dari 38 foto pohon bernarasi tersebut dipilih 10 terbaik pohon utama yang berhak mendapatkan apresiasi karena dokumentasi dan cerita yang disampaikan terkait keberadaan pohon-pohon itu.

Selain menampilkan dalam bentuk pameran foto pohon bernarasi, pihaknya juga akan mendokumentasikan karya-karya tersebut menjadi sebuah buku antologi pohon Blora.

“Dari semua yang kita lakukan ini pada malam hari ini kita secara bersama bisa menyaksikan fotonya beserta narasi ringkasnya. Dan itu tidak hanya berhenti di sini, ke depan masih akan kita bukukan menjadi antologi pohon Blora. Karena dibaliknya ada informasi data dan ada narasi-narasi,” terang dia.

“Maka ketika informasi itu nanti akan kita bukukan, setidaknya ini adalah penyelamatan baik itu sejarah maupun folklor yang berpusat di pohon-pohon yang menjadi objek dari Merti Kayon kali ini,” imbuh dia.

Selain itu, pameran foto pohon bernarasi dengan judul Merti Kayon Blora 2026, diharapkan dapat memantik siapapun untuk menginventarisir keberadaan pohon-pohon besar dan tua yang masih tetap lestari hingga saat ini beserta cerita didalamnya.

“Harapan kita kedepannya juga ada Merti Kayon jilid berikutnya sehingga banyak pohon yang lain nanti akan ikut terinventarisasi secara detail,” jelas dia.

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maaf Guys..!!