KENDAL, beritaku.net – Pemerintah Kabupaten Kendal mempercepat penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Langkah ini dibarengi dengan pengawalan data yang lebih ketat menggunakan validasi berbasis sistem Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, memantau langsung proses penyaluran bantuan di Aula Balai Desa Kedungasri, Kecamatan Ringinarum, pada Rabu (3/12/2025).
Bupati menyebutkan bahwa total bantuan yang disalurkan mencapai 143,6 ton, yang merupakan akumulasi alokasi dua bulan. Paket bantuan berupa beras dan minyak goreng ini menyasar 71.802 Kepala Keluarga (KK) di seluruh Kabupaten Kendal.
”Bantuan itu merupakan akumulasi alokasi dua bulan yang dikirim dan dibagikan ke desa-desa berdasarkan data pusat. Harapannya mampu meringankan beban ekonomi warga menjelang Natal dan Tahun Baru,” kata Bupati.
Jamin Kualitas dan Validasi Berlapis
Dyah Kartika Permanasari menjamin kualitas bantuan yang diterima warga. Ia menginstruksikan respons cepat di tingkat desa jika ditemukan masalah.
“Kalau ada barang yang kurang bagus, lapor ke desa. Langsung kita ganti,” tandasnya.
Terkait data, Bupati menjelaskan bahwa verifikasi dilakukan secara berlapis. Verifikator desa menginput pembaruan data harian ke sistem DTSEN, yang kemudian direkap oleh Pemkab setiap tanggal 17 untuk diusulkan ke Kementerian Sosial.
”Bantuan ini harus jadi jembatan menuju kemandirian, bukan status permanen. Diharapkan warga mempunyai kesadaran sendiri jika sudah mampu seharusnya memberikan kepada orang lain yang lebih membutuhkan,” harap Bupati.
Strategi Intervensi Pasar
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar distribusi sosial, melainkan langkah strategis intervensi pasar.
“Pemerintah hadir agar ketersediaan pangan aman dan harga tidak melonjak saat permintaan meningkat di akhir tahun,” jelas Pandu.
Sementara itu, Kepala Desa Kedungasri, Heru Susanto, melaporkan bahwa di desanya terdapat 364 penerima manfaat. Pihaknya berkomitmen terus melakukan sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai kriteria penerima bantuan.
”Bagi yang sudah mampu diharapkan bisa memberikan kesempatan kepada warga lain,” harap Heru.
















