BPPKAD

Stabilkan Harga Minyak Goreng, Bulog Salurkan Minyakita di Pasar Sido Makmur Blora

Bulog Pati dan Satgas Pangan salurkan minyakita di Pasar Sido Makmur Blora, Selasa (3/2/2026)

BLORA, BERITAKU.NET – Kantor Cabang Bulog Pati melakukan langkah strategis untuk menstabilkan harga minyak goreng subsidi melalui monitoring dan penyaluran langsung di Pasar Sido Makmur, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Selasa (3/2/2026).

Langkah ini diambil merespons kondisi lapangan di mana harga Minyakita di tingkat pengecer sempat menyentuh angka Rp18.000 per liter, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700.

Komitmen Bulog Menjelang Ramadan

Kepala Cabang Bulog Pati, Meita Novariani, mengungkapkan bahwa pihaknya menyediakan kuota sebesar 500.000 liter Minyakita untuk wilayah eks-Karesidenan Pati. Hingga saat ini, lebih dari 150.000 liter telah tersalurkan ke masyarakat.

“Target kami hingga pertengahan Februari seluruh kuota tersalurkan, sehingga semua harga di pasar wilayah Pati dan sekitarnya kembali ‘hijau’ atau sesuai HET Rp15.700,” ujar Meita saat memantau stok di Pasar Sido Makmur.

Khusus untuk Kabupaten Blora, Bulog menargetkan penyaluran sebesar 100.000 liter, di mana saat ini realisasinya telah melebihi 10.000 liter. 

Meita menegaskan program ini tidak bersifat sekali jalan, melainkan akan terus berkelanjutan guna menjamin stabilitas harga menjelang bulan suci Ramadan.

Syarat Ketat Bagi Pedagang

Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran dan menghindari aksi spekulan, Bulog mewajibkan pedagang terdaftar dalam aplikasi SI MIRAH.

“Pedagang wajib memiliki NIB dan NPWP. Kami pastikan langsung ke lapangan bahwa yang membeli benar-benar pemilik toko di pasar rakyat, bukan pihak lain, agar sampai ke konsumen tetap di harga Rp 15.700,” tegasnya.

Keluhan Pedagang Terkait Harga Kulakan Tinggi

Kondisi di lapangan memang menunjukkan adanya selisih harga yang cukup tinggi. 

Baca Juga :  Pemkab Blora Ajak Ormas Sepakati Deklarasi Damai

Sohib, salah satu pedagang di Pasar Sido Makmur, mengaku sebelumnya harus menebus Minyakita dengan harga Rp210.000 per dus (isi 12 liter) atau sekitar Rp17.500 per liter dari distributor non-Bulog. 

Hal ini memaksa pedagang menjual ke konsumen di angka Rp18.000.

“Dari Bulog kami dapat harga Rp14.500 dan diminta menjual Rp15.700. Harapan kami program ini berkelanjutan karena sangat membantu pedagang dan pembeli agar harganya tidak naik terus,” kata Sohib.

Senada dengan Sohib, Sumarsih, pedagang lainnya, merasa terbantu dengan kehadiran pemerintah. 

“Dulu cari barang sulit dan mahal sampai Rp18.000. Sekarang dengan stok dari Bulog, kami bisa jual sesuai aturan pemerintah,” ungkapnya.

Satgas Pangan Siapkan Langkah Preventif

Menanggapi masih adanya harga di atas HET, Satgas Pangan yang diwakili oleh Zaenul Arifin menyatakan akan terus melakukan monitoring rutin.

“Kami hadir untuk mengimbau pedagang agar mengambil stok dari Bulog sehingga bisa menjual sesuai HET. Satgas Pangan akan melakukan kegiatan rutin di pasar-pasar se-Kabupaten Blora untuk menekan harga yang tidak sesuai aturan dan memastikan stabilitas pangan tetap terjaga,” pungkas Zaenul.

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maaf Guys..!!