Urai Antrean, Pasar Sido Makmur Blora Tambah Pintu Keluar Non-Tunai Sebelum Lebaran

Pasar Sido Makmur Blora

BLORA, BERITAKU.NET – Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk membenahi pelayanan di Pasar Sido Makmur.

Fokus utama tahun ini adalah penataan sistem parkir elektronik (e-parkir) dan optimalisasi blok pasar yang sepi.

​Kepala Bidang Pasar Dindagkop UKM Blora, Margo Yuwono, mengungkapkan bahwa kendala utama saat ini adalah antrean panjang kendaraan, terutama pada jam sibuk (weekend) antara pukul 06.00 hingga 08.00 WIB.

Penambahan Pintu Khusus Cashless

​Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah kabupaten telah menganggarkan penambahan dua pintu keluar baru yang dikhususkan bagi sepeda motor.

​”Kami tambahkan dua pintu di sisi kiri dan kanan pintu keluar saat ini. Rencananya satu pintu akan kami khususkan untuk pembayaran non-tunai atau cashless,” ujar Margo.

​Penerapan sistem cashless ini diharapkan mempercepat proses transaksi karena dana langsung masuk ke kas daerah secara real-time. Sistem ini mendukung berbagai metode pembayaran, mulai dari kartu elektronik bank (E-money, Flazz, Brizzi, TapCash) hingga e-wallet seperti ShopeePay dan QRIS melalui sensor reader mandiri.

​”Target kami, sebelum Lebaran ini sudah terealisasi untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung saat arus mudik dan belanja hari raya,” tambahnya.

Penurunan Tarif Parkir Langganan

​Selain infrastruktur, Dindagkop UKM juga melakukan penyesuaian tarif parkir berdasarkan evaluasi terbaru. Tarif parkir berlangganan (bulanan) untuk sepeda motor yang semula Rp60.000, kini turun menjadi Rp50.000.

​”Logikanya, langganan harus lebih murah dari harian. Untuk mobil tidak ada perubahan karena tarif lama sudah dinilai tepat,” jelasnya. Untuk meningkatkan pelayanan di lapangan, jumlah juru parkir (outsourcing) juga ditambah sebanyak tujuh orang yang kini dilengkapi alat komunikasi HT untuk koordinasi zona parkir yang kosong.

Baca Juga :  305 Pejabat Blora Dilantik di TMP

Revitalisasi Blok A & B Menjadi Sentra Kuliner 24 Jam

​Menanggapi banyaknya kios yang tutup di Blok A dan Blok B akibat dampak penjualan online (khususnya pedagang kain), Margo menyebut pihaknya telah melakukan langkah persuasif. Kios yang menunggak retribusi diberikan surat peringatan dan stiker.

​Namun, dalam jangka panjang, ia memiliki visi besar untuk mengubah wajah Pasar Sido Makmur menjadi lebih modern seperti pasar-pasar di luar negeri.

  • Sentra Kuliner: Memaksimalkan area depan sebagai pusat kuliner dan kafe.
  • Pasar 24 Jam: Menjadikan pasar sebagai tempat nongkrong yang Instagramable bagi kalangan mahasiswa dan masyarakat umum.
  • Relokasi PKL: Menata pedagang kaki lima agar lebih dekat dengan pembeli dan area parkir.

Pilot Project Menuju Pasar Lain

​Keberhasilan sistem e-parkir di Sido Makmur yang meningkatkan pendapatan retribusi hingga 800% menjadi acuan bagi pasar lain. Tahun ini, sistem serupa rencananya akan diterapkan di Pasar Cepu Induk, Pasar Wulung, dan Pasar Ngawen.

​”Kami ingin mengubah image pasar. Orang ke pasar itu harus merasa keren. Fasilitas kita lengkapi, sistem kita modernisasi, sehingga kenyamanan terjaga dan pendapatan daerah meningkat,” pungkas Margo.

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maaf Guys..!!