BLORA, BERITAKU.net – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Blora melakukan rapat dengar pendapat terkait kasus perundungan siswa yang terjadi di lingkungan sekolah.
Rapat dengar pendapat tersebut digelar di ruang rapat dengan memanggil sejumlah pihak, antara lain dari perwakilan sekolah menengah pertama negeri (SMPN) 1 Blora, Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan, hingga pihak kepolisian.
Ketua Komisi D, DPRD Blora, Subroto mengatakan pihaknya masih menunggu hasil rekomendasi dari instansi atau dinas terkait perihal aksi perundungan yang telah terjadi.
“Kita menunggu rekomendasi dari semua instansi dan dinas terkait. Saya belum menerima rekomendasi,” ucap dia usai rapat tersebut, Kamis (13/11/2025).
Dirinya menjelaskan meskipun telah terjadi aksi perundungan, namun siswa yang terlibat tersebut harus bisa mendapatkan pendidikan yang layak.
“Harapan kami dari DPRD bahwa anak betul-betul harus mendapat suatu kualitas pendidikan yang baik. Tadi sudah menyampaikan kalau dinas pendidikan juga ikut membantu mencarikan solusi jalan terbaik untuk anak-anak,” terang dia.
“Sehingga anak-anak jangan sampai nanti ada beberapa sekolah tidak mau mendaftar. Harapan kami tetap sekolah di mana pun apapun sekolahnya,” imbuh dia.
Sebelumnya diberitakan, berdasarkan video yang beredar selama dua puluh lima detik, para siswa yang mengenakan seragam pramuka mengerubungi seorang siswa yang mengenakan kaos olahraga.
Setelah itu, salah satu siswa yang berseragam pramuka beberapa kali memukul dan menendang siswa yang mengenakan kaos olahraga.
Sedangkan siswa lainnya tidak bergegas untuk melerai ataupun mencegah peristiwa tersebut.
Aksi perundungan tersebut terjadi di kamar mandi sekolah saat jam istirahat pada Jumat, 7 November 2025 lalu.
Setelah itu, pihak sekolah juga sudah mempertemukan kedua belah pihak untuk dilakukan mediasi.
















