Proyek Jalan di Desa Palon Dirusuhi: Warga Soroti Transparansi, Kontraktor Laporkan soal Pengrusakan

BLORA, BERITAKU.NET – Proyek pembangunan jalan di Desa Palon, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, memicu ketegangan antara warga setempat dengan pihak pelaksana proyek pada Jumat (20/2/2026). 

Insiden ini bahkan berujung pada laporan kepolisian setelah terjadi aksi melintasi jalan yang baru dicor serta dugaan penghambatan pekerjaan.

Versi Warga: Pertanyakan Transparansi dan Izin Blokade

Agus Sutrisno, warga Desa Palon yang terlibat dalam aksi melintasi jalan yang baru dicor itu menyatakan bahwa tindakannya didasari oleh pertanyaan mengenai transparansi proyek. 

Menurutnya, sebagai masyarakat, ia berhak mengetahui kejelasan anggaran yang bersumber dari APBD.

“Saya tidak melarang orang bekerja cari sesuap nasi. Saya hanya minta transparansi sesuai regulasi. Harus ada papan informasi, rambu-rambu, dan izin tertulis dari dinas terkait jika ingin melakukan blokade jalan,” ujar Agus saat ditemui, Sabtu (21/2/2026).

Agus membantah tuduhan sengaja merusak jalan. Ia mengaku melewati jalan tersebut secara spontan karena hendak menjemput kepala desa (kades) dan enggan memutar jalan yang lebih jauh. 

Terkait rekaman video yang memperlihatkan dirinya melintas bolak-balik, ia berdalih hal itu dilakukan karena akses pulang menuju rumahnya memang melewati jalur tersebut.

“Kalau dibilang merusak, saya tidak merasa ada indikasi itu. Itu jalan umum. Saya lewat karena mau jemput Pak Kades, dan saat itu tidak bisa menunjukkan izin blokade jalan saat saya tanya,” tambahnya.

Versi Kontraktor: Laporkan Dugaan Perusakan ke Polisi

Di sisi lain, Hermawan Susilo selaku pelaksana dari CV Meteor Jaya, mengambil langkah tegas dengan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Blora pada Sabtu pagi. 

Ia menuding adanya unsur kesengajaan dalam aksi yang dilakukan Agus tersebut.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Blora Ajak Milenial Geluti Bisnis Pertanian

“Saya sudah lapor ke Polres terkait perusakan cor B0 (lantai kerja) dan penghambatan dropping material. Rambu-rambu kami juga disingkirkan,” ungkap Hermawan.

Hermawan menyanggah tuduhan minimnya informasi. Ia menegaskan bahwa papan informasi dan rambu lalu lintas sudah terpasang di lokasi. 

Terkait kualitas jalan yang dipersoalkan, ia menjelaskan bahwa bagian yang dilintasi warga tersebut barulah lapisan dasar.

“Itu baru lantai kerja (B0) setebal 5 cm, nanti total ketebalannya 25 cm. Hasil lab mutu beton juga ada. Kalau dibilang tidak sengaja, di video terlihat dia bolak-balik berkali-kali. Kami di lokasi saat itu, tapi sulit menahan aksinya,” jelasnya.

Mediasi Buntu, Polisi Turun Tangan

Ketegangan di lokasi sempat direspon oleh jajaran Polsek Jepon hingga satuan Reskrim, Intel, dan Tipikor Polres Blora yang turun ke lapangan. 

Meski telah dilakukan upaya mediasi di lokasi kejadian, Hermawan menyebut belum ada hasil akhir yang memuaskan bagi kedua belah pihak.

Pihak kontraktor menyatakan akan tetap melanjutkan pekerjaan sesuai prosedur, sementara jejak kendaraan pada cor basah tersebut akan ditutup dengan lapisan cor utama (mutu tinggi) di atasnya agar kekuatan jalan tetap terjaga.

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maaf Guys..!!