BPPKAD

Badan Gizi Nasional Rinci Anggaran Program Makan Bergizi Gratis

JAKARTA, beritaku.net — Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan penjelasan resmi mengenai struktur anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini bertujuan untuk mengklarifikasi informasi yang beredar di masyarakat mengenai besaran alokasi dana per porsi.

Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan aturan tersebut di Jakarta pada Selasa (24/2/2026). Ia menyebutkan bahwa anggaran murni untuk bahan baku makanan berada pada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi.

Rincian Anggaran Bahan Baku

Nanik menjelaskan bahwa total plafon dana tidak sepenuhnya untuk belanja pangan. Pihaknya membagi anggaran berdasarkan kategori usia penerima manfaat. Hal ini bertujuan agar standar gizi tetap terjaga sesuai target sasaran program.

“Anggaran bahan makanan untuk balita, PAUD, hingga SD kelas 3 adalah Rp8.000 per porsi. Sementara untuk siswa kelas 4 SD ke atas hingga ibu menyusui, kami alokasikan sebesar Rp10.000 per porsi,” tutur Nanik.

Alokasi Biaya Operasional

Selain bahan pangan, BGN juga menetapkan biaya operasional sebesar Rp3.000 per porsi. Dana ini berfungsi mendukung kelancaran distribusi makanan. Penggunaannya mencakup pembayaran listrik, gas, air, serta penyediaan akses internet di lokasi pelayanan.

Anggaran operasional ini juga membiayai insentif bagi tenaga relawan, guru pendamping, dan kader posyandu. Selain itu, BGN menggunakan dana tersebut untuk membayar BPJS Ketenagakerjaan pekerja dan pemeliharaan kendaraan operasional MBG.

Fasilitas Satuan Pelayanan

BGN juga mengatur alokasi sebesar Rp2.000 per porsi melalui Petunjuk Teknis (Juknis) Nomor 401.1. Dana tersebut mengalir sebagai insentif fasilitas Satuan Pelayanan Makan Bergizi (SPPG). Fokus utamanya adalah penyediaan infrastruktur produksi makanan.

Baca Juga :  Tanggul Kali Bodri Kritis, Polsek Patebon Pasang Garis Polisi

Biaya ini mencakup sewa lahan, pembangunan dapur, gudang, hingga sistem pengolahan limbah. SPPG juga menggunakan dana tersebut untuk menyewa peralatan masak modern. Skema ini berjalan dengan asumsi setiap unit pelayanan menjangkau 3.000 penerima manfaat secara rutin.

Komitmen Pengawasan Program

Pihak BGN meminta masyarakat dan mitra untuk ikut mengawasi jalannya program di lapangan. Mereka berkomitmen untuk menjaga akuntabilitas pelaksanaan MBG di seluruh wilayah. Nanik memastikan setiap laporan yang masuk akan mendapat tindak lanjut segera.

“Kami akan menindaklanjuti setiap laporan secara profesional dan objektif. Prosedur pengawasan yang berlaku akan memastikan program berjalan sesuai standar,” tegas Nanik. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kualitas gizi bagi masyarakat luas.

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maaf Guys..!!