BPPKAD

Bandara Ngloram Bergerak : Sejumlah Optimalisasi untuk Hidupkan Aktivitas dan Dorong Pertumbuhan Daerah

Bandara Ngloram

BERITAKU.NET – Bandara Ngloram yang terletak di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, terus berbenah agar tidak sekadar menjadi bangunan megah tanpa aktivitas. 

Meski penerbangan komersial reguler sempat terhenti, bandara ini tetap bergerak melalui berbagai langkah optimalisasi. 

Semua itu dilakukan agar bandara tetap hidup, memberi manfaat nyata, dan bisa menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi kawasan timur Jawa Tengah serta perbatasan Jawa Timur.

Kepala Bandar Udara Kelas III Dewadaru, Dr. Haribowo Lesmono, S.T., M.H., menyampaikan bahwa optimalisasi Bandara Ngloram harus dilihat secara menyeluruh. 

“Kita ingin bandara ini bukan hanya sekadar ada, tetapi benar-benar hidup dengan aktivitas. Untuk itu, diperlukan kolaborasi semua pihak agar optimalisasi ini bisa terwujud dan berkelanjutan,” tegasnya.

Berikut merupakan sejumlah Optimalisasi Bandara Ngloram :

1. Mendukung Kegiatan Aviasi dan Edukasi

Bandara Ngloram kini aktif mendukung kegiatan aeromodelling dan aero education yang melibatkan komunitas, sekolah, hingga masyarakat umum. 

Kegiatan ini tidak hanya menjaga agar bandara tetap ada aktivitas, tetapi juga memperkenalkan dunia aviasi sejak dini.

2. Kerja Sama Pendidikan Penerbangan

Akademi Penerbangan Indonesia Banyuwangi bekerja sama dengan Bandara Ngloram dan menjadikannya sebagai satelite base. 

Penerbangan dengan pesawat latih dari kampus penerbangan nasional ini menggunakan Banadara Ngloram sebagai pusat pendidikan aviasi.

3. Arah Pengembangan Feeder Umroh

Salah satu agenda besar adalah menjadikan Ngloram sebagai bandara feeder umroh. 

Namun hal ini tidak bisa hanya bertumpu pada Kabupaten Blora, tapi diperlukan dukungan dan kolaborasi dari kabupaten sekitar seperti Rembang, Ngawi, Bojonegoro, Grobogan, dan Tuban sebagai hinterland penumpang. 

Untuk merealisasikannya, keterlibatan Gubernur Jawa Tengah, biro travel umroh, dan stakeholder penerbangan lainnya mutlak dibutuhkan.

Baca Juga :  TMMD Ke-122 Kodim 0721/Blora Beri Harapan Baru untuk Johan

4. Menjaga Aktivitas Harian Bandara

Bandara terus menyelenggarakan kegiatan seperti program padat karya, senam sehat forkopincam, hingga kerja sama charter flight.

 Kegiatan ini penting agar aktivitas di bandara terus menggeliat, sekaligus menjadi sarana pemberdayaan masyarakat sekitar.

5. Rencana Rute Perintis dan Perpanjangan Runway

Upaya optimalisasi juga diarahkan untuk membuka rute perintis, seperti usulan rute Sumenep–Ngloram, dan rencana perpanjangan landasan agar bisa melayani pesawat berbadan lebih besar. 

Hal ini akan membuka peluang lebih besar untuk penerbangan reguler maupun charter ke berbagai destinasi.

Meski berbagai langkah sudah dilakukan, Bandara Ngloram tidak bisa berjalan sendiri, sehingga dibutuhkan dukungan nyata dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, khususnya Gubernur Jawa Tengah, pemerintah daerah sekitar, biro perjalanan umroh, operator maskapai, AirNav, hingga tokoh masyarakat agar optimalisasi benar-benar terwujud.

“Bandara ini bukan sekadar pintu udara, melainkan pintu harapan. Jika semua stakeholder bergerak bersama, Bandara Ngloram akan tumbuh menjadi bandara regional yang aktif, berkelanjutan, dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Dr. Haribowo Lesmono.

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maaf Guys..!!