BLORA, beritaku.net – Di tengah upaya banyak daerah mencari model pembangunan yang mampu menekan kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, Kabupaten Blora justru menunjukkan hasil nyata melalui pengembangan pertanian organik.
Keberhasilan itu menarik perhatian Pemerintah Kabupaten Kendal yang datang langsung untuk mempelajari berbagai program pembangunan Blora, dengan beras organik Sehati sebagai salah satu sorotan utama.
Kunjungan kerja yang dipimpin Bupati Kendal Hj. Dyah Kartika Permanasari, S.E.,di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Jumat (25/9/2026), tidak hanya membahas pengelolaan data kemiskinan dan pembangunan infrastruktur.
Perhatian khusus juga tertuju pada keberhasilan Blora mengembangkan beras organik yang dinilai mampu menjawab dua tantangan sekaligus, yakni peningkatan kesehatan masyarakat dan penguatan ekonomi petani.
Rombongan Pemerintah Kabupaten Kendal diterima oleh Asisten Administrasi Sekda Blora Bawa Dwi Raharja, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Retno Kusumowati, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Luluk Kusuma, Plt Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Hendi Purnomo, serta Kabag Prokompim Setda Blora Budiman.
Salah satu isu yang mengemuka saat pertemuan tersebut adalah pengelolaan data kesejahteraan sosial, khususnya terkait data desil yang menjadi dasar penentuan penerima bantuan sosial.
Kepala Dinsos P3A Blora Luluk Kusuma menjelaskan bahwa pemerintah daerah kerap menghadapi kendala akibat lamanya proses persetujuan perubahan data desil dari pemerintah pusat.
Menurutnya, hasil pengajuan perubahan data bisa memerlukan waktu hingga tiga bulan karena harus menunggu persetujuan administrator Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Sosial.
Kondisi tersebut, lanjut Luluk, sering menjadi persoalan ketika pemerintah daerah harus segera memberikan intervensi kepada warga yang membutuhkan penanganan cepat, seperti penderita hidrosefalus, penyakit autoimun, maupun kasus sosial lainnya.
“Sering kali masyarakat mempertanyakan ketika status desil mereka berubah atau belum berubah. Pemerintah daerah berupaya menjembatani kebutuhan masyarakat dengan memanfaatkan berbagai sumber anggaran yang tersedia sambil menunggu proses validasi dari pusat,” ujarnya.
Selain persoalan data kemiskinan, pertemuan juga membahas tantangan meningkatnya kasus judi online yang mengakibatkan penangguhan bonsos.
Dalam diskusi tersebut, Bupati Kendal juga menyinggung persoalan pembangunan infrastruktur daerah. Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Kendal pernah menghadapi situasi ketika bantuan keuangan provinsi (Banprov) yang sebelumnya direncanakan untuk pembangunan jalan mendadak tidak dapat direalisasikan.
Padahal, menurutnya, rencana pembangunan jalan tersebut telah disampaikan kepada masyarakat sehingga menimbulkan ekspektasi tinggi.
Menanggapi hal itu, jajaran Pemerintah Kabupaten Blora menjelaskan strategi percepatan pembangunan infrastruktur yang dilakukan melalui skema pinjaman daerah pada tahun 2025.
Kebijakan tersebut ditempuh untuk mempercepat penyelesaian sejumlah ruas jalan yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Pembahasan juga menyentuh sektor kehutanan. Pemerintah Kabupaten Blora menjelaskan bahwa sejumlah pembangunan jalan di kawasan hutan telah mendapatkan izin dan koordinasi dengan Perhutani sejak lama sehingga pelaksanaannya dapat berjalan sesuai ketentuan.
Pada kesempatan itu, dipaparkan pula sejumlah capaian pembangunan Kabupaten Blora. Tingkat kemiskinan Kabupaten Blora pada tahun 2025 tercatat turun menjadi 10,58 persen.
Sementara jumlah penduduk mencapai sekitar 932 ribu jiwa dengan karakteristik wilayah yang sebagian besar berada di kawasan perhutanan, sehingga kepadatan penduduk dan luas kawasan hutan menjadi faktor penting dalam perencanaan pembangunan.
Diskusi turut mengulas potensi pendapatan daerah, termasuk mekanisme perhitungan Dana Bagi Hasil (DBH) sektor minyak dan gas bumi yang selama ini menjadi salah satu sumber penerimaan penting bagi Kabupaten Blora.
Di sektor pertanian, Blora memperkenalkan sejumlah komoditas unggulan seperti cabai jawa yang berkembang di Kecamatan Jati serta pengembangan padi organik yang terus didorong untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan nilai tambah produk pertanian.
Sebelum mengikuti rangkaian kegiatan resmi, Bupati Kendal mengaku sempat mencicipi kuliner khas Blora berupa lontong opor di kawasan Ngloram, Cepu.
Ia juga menyatakan ketertarikannya untuk mencoba jalur baru Blora–Randublatung–Mantingan yang menghubungkan wilayah Blora dengan Kabupaten Ngawi.
Di akhir kunjungan, Bupati Kendal turut mempromosikan beras organik varietas Mentik Susu yang saat ini menjadi salah satu produk unggulan Kabupaten Blora.
Menurutnya, produk tersebut memiliki kualitas yang baik dan berpotensi dikembangkan lebih luas sebagai komoditas unggulan daerah.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Kendal telah merasakan langsung kualitas Beras Sehat (Sehati) yang menjadi salah satu produk unggulan Kabupaten Blora.
Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat, ia menilai keberhasilan Blora mengajak petani beralih menanam padi organik merupakan langkah yang patut diapresiasi.
Selain memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat, pengembangan beras organik juga dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan petani karena memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Kendal sudah pernah merasakan produk Beras Sehati dari Kabupaten Blora. Tentunya ini bagus dan sehat untuk kita semuanya, sekaligus mampu meningkatkan perekonomian masyarakat karena nilai ekonominya semakin meningkat. Sukses untuk Kabupaten Blora yang telah berhasil mengajak para petani menanam Beras Sehati. Berasnya sehat, enak, pulen, wangi, harum, pokoknya pas,” ujar Dyah. ***














