BLORA, beritaku.net – Direktur Utama Cipmape (Cipta Makmur Pertiwi) Grup, Kus Hendriawan, menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan petani melalui program kemitraan budidaya jagung.
Hal tersebut disampaikan usai menghadiri kegiatan panen dan tanam jagung di Desa Kutukan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Jumat (3/4/2026).
Kus Hendriawan menjelaskan bahwa pihaknya aktif melakukan pendampingan menyeluruh kepada petani, mulai dari pengolahan lahan, proses tanam, pemupukan, hingga penanganan pascapanen.
Pendampingan ini bertujuan agar petani memahami secara rinci biaya operasional dan potensi hasil panen sehingga dapat memperoleh keuntungan yang optimal.
“Intinya petani harus bisa untung. Kami membantu agar mereka bisa menghitung biaya dan hasil dengan tepat,” ujarnya.
Selain itu, Cipmape juga memfasilitasi komunikasi intensif antara petani dan tim pendamping melalui grup WhatsApp.
Hal ini dinilai efektif dalam mengatasi berbagai kendala seperti serangan hama maupun faktor cuaca.
“Kalau ada kendala, langsung dilaporkan dan kami segera mencari solusi. Jangan sampai terlambat,” tambahnya.
Kus menyebutkan, potensi lahan yang dikelola dalam program ini mencapai sekitar 30.000 hektare yang tersebar di wilayah Randublatung, Kedungtuban, Doplang, hingga Menden.
Khusus di Randublatung, program berjalan dengan kondisi yang relatif stabil meskipun terdapat tantangan seperti serangan jamur.
Dengan perawatan yang optimal, hasil panen jagung diperkirakan dapat mencapai 8 hingga 10 ton per hektare.
Angka tersebut sangat bergantung pada pemupukan, perawatan, serta kecepatan penanganan saat muncul gangguan tanaman.
Terkait pemasaran hasil panen, Cipmape telah menargetkan sejumlah pembeli, baik dari sektor swasta maupun Perum Bulog. Bahkan, Bulog disebut siap menyerap seluruh hasil panen petani.
“Bulog siap menerima berapapun hasil panen kami. Kami sudah berkoordinasi dengan semua pihak,” jelasnya.
Dalam program ini, Cipmape juga menggunakan benih jagung hasil pengembangan sendiri, yakni varietas Cipmape 01, SS01 Nirwana, dan SS 02 Tahta yang saat ini tengah diuji coba di sejumlah lahan.
Melalui program kemitraan ini, diharapkan produktivitas jagung meningkat sekaligus memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi para petani di wilayah Blora.
Sekadar diketahui, CIPMAPE GRUP adalah perusahaan diversifikasi agribisnis yang salah satunya mengembangkan produksi benih jagung hibrida.
Salah satu merk yang digunakan di acara Panen Raya Jagung Kuartal 1 dan Tanam Jagung Serentak kuartal 2 di kecamatan Randublatung Blora adalah varietas SS01 NIRWANA dan SS02 TAHTA.














