Berita  

Dari Kartasura, Doa Lintas Agama untuk Kedamaian Bangsa

SUKOHARJO, (beritaku.net) – Suasana khidmat mewarnai pembukaan Ambal Warsa ke-346 Kartasura di kawasan Petilasan Karaton Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (01/10/2026). Iring-iringan prajurit Karaton mengawali kegiatan sekaligus mengantarkan rangkaian acara menuju momentum doa bersama lintas agama.

Pembukaan Ambal Warsa ke-346 tersebut sekaligus menandai dimulainya Festival Seni Budaya dan Ekonomi Kreatif Kartasura (FESTRA) yang mengangkat tema “Dari Kartasura, Menuju Indonesia yang Damai dan Sejahtera.”

Para prajurit Karaton berjalan khidmat menuju kompleks Karaton Kartasura dengan membawa perlengkapan untuk pelaksanaan doa bersama. Pemandangan tersebut menjadi salah satu bagian yang mencuri perhatian dalam pembukaan peringatan tahun ini.

Namun, bukan hanya nuansa budaya yang menjadi sorotan. Doa lintas agama menjadi bagian penting dalam pembukaan Ambal Warsa. Perwakilan dari enam agama besar di Indonesia bersama-sama memanjatkan doa untuk persatuan, kedamaian, dan kesejahteraan bangsa.

Momentum tersebut menunjukkan bahwa peringatan Ambal Warsa tidak hanya diarahkan untuk mengenang perjalanan sejarah Kartasura, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan masyarakat dalam keberagaman.

Kartasura memiliki posisi penting dalam sejarah Nusantara. Kawasan ini pernah menjadi ibu kota Kerajaan Mataram pada masa lalu, sebelum kemudian pusat kekuasaan berkembang ke Yogyakarta dan Surakarta. Karena itu, peringatan Ambal Warsa menjadi momentum untuk kembali menghidupkan ingatan sejarah sekaligus merawat warisan budaya yang masih melekat di kawasan tersebut.

Ketua Panitia Ambal Warsa Kartasura, Prof. Dr. M. Rahmawan Arifin, M.Si., turut memberikan pandangan mengenai pentingnya mengembangkan potensi Kartasura melalui kolaborasi berbagai elemen masyarakat.

Dalam konteks pengembangan Kartasura, Rahmawan sebelumnya menekankan pentingnya dukungan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media untuk mengangkat potensi daerah, termasuk sektor UMKM dan ekonomi kreatif.

Baca Juga :  Pemkab Blora Pangkas Belanja Internet Seluruh Dinas dan Kecamatan, Angkanya Lebih Dari Setengah Miliar Rupiah

“Dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk pemerintah kabupaten, kecamatan, kelurahan, sektor swasta, dan tentu saja media, sangat penting untuk mempublikasikan acara-acara menarik di Kartasura,” ujar Rahmawan dalam rangkaian Ambal Warsa sebelumnya.

Semangat kolaborasi tersebut kembali menemukan ruang dalam Ambal Warsa ke-346. Perpaduan seni, budaya, sejarah, ekonomi kreatif, serta doa lintas agama menjadi bagian dari upaya menjadikan peringatan Ambal Warsa bukan sekadar seremoni tahunan.

Rangkaian kegiatan Ambal Warsa ke-346 Kartasura berlangsung selama 11 hari, mulai 1 hingga 10 Oktober 2026. Selanjutnya, rangkaian kegiatan akan ditutup dengan Kirab Budaya pada 11 Oktober 2026.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya diajak menyaksikan berbagai pertunjukan dan kegiatan budaya, tetapi juga ikut menjaga keberadaan kawasan bersejarah Kartasura sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.

Doa lintas agama pada pembukaan menjadi pesan kuat bahwa sejarah dan kebudayaan dapat menjadi ruang bersama. Dari kawasan bekas pusat Kerajaan Mataram itu, Ambal Warsa ke-346 membawa harapan tentang persatuan, kedamaian, dan kesejahteraan di tengah keberagaman masyarakat.***

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maaf Guys..!!