BLORA, BERITAKU.net – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora tetap menggelar rapat paripurna pada Minggu (30/11/2025) malam.
Rapat paripurna tersebut membahas soal pandangan umum fraksi-fraksi terhadap ranperda 2025 tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun anggaran 2026, jawaban bupati tentang pandangan umum fraksi tersebut, penetapan program pembentukan ranperda (propemperda) tersebut, serta pembacaan rancangan APBD 2025.
Awalnya rapat paripurna tersebut dijadwalkan pada Minggu (30/11/2025) pukul 13.00 WIB. Kemudian diubah menjadi pukul 16.00 WIB. Tapi, rapat paripurna itu baru dimulai pukul 21.00 dan selesai sekitar pukul 22.30 WIB.
Dari total 45 anggota dewan, hadir sebanyak 41 orang. Turut hadir dalam paripurna tersebut, bupati Blora, wakil bupati Blora, forum komunikasi pimpinan daerah (forkompimda), serta sejumlah kepala dinas.
Dalam paripurna tersebut, diketahui rancangan APBD Kabupaten Blora tahun 2026 total pendapatan daerah sebesar Rp 2.225.337.850.000, dan belanja daerah sebesar Rp 2.214.087.850.000. Sedangkan surplus sebesar Rp 11.250.000.000, akan digunakan untuk pembiayaan.
Usai rapat paripurna, Ketua DPRD Kabupaten Blora, Mustopa mengatakan penyebab rapat paripurna digelar pada malam hari.
“Karena rangkaiannya panjang, itu karena ada pandangan umum fraksi-fraksi, jawaban bupati terhadap RAPBD Kabupaten Blora tahun 2026 dan kesepakatan terkait dengan propemberda yang harus dibahas di tahun 2026,” ucap dia saat ditemui wartawan.
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menyebut pelaksanaan rapat paripurna pada hari terakhir bulan November itu memang sudah sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh badan musyawarah (bamus).
“Alhamdulillah ini sudah kita laksanakan pembahasan dan kesepakatan bersama sehingga insya Allah nanti hasilnya bisa dirasakan oleh masyarakat,” ujar dia.
Dirinya mengakui pemotongan dana transfer pusat ke daerah (TKD) sangat berpengaruh pada APBD Blora 2026.
Meski demikian, pembangunan infrastruktur terutama pembangunan jalan tetap menjadi prioritas utama yang tetap dilakukan.
“Beberapa ruas jalan akan tetap dianggarkan dan insyaallah akan dilaksanakan tahun 2026. Karena itu adalah menjadi skala prioritas,” terang dia.














