BLORA, beritaku.net — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjadi salah satu poin unggulan Presiden Prabowo Subianto tampaknya sudah dijalankan dengan baik oleh tenaga kesehatan di daerah.
Para tenaga kesehatan tersebut juga melaksanakan CKG dengan cara jemput bola langsung ke tengah masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh Puskesmas Puledagel, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Mereka menggelar CKG dengan mendatangi Balai Desa Geneng, Kecamatan Jepon, pada Rabu (29/7/2026).
Kepala Puskesmas Puledagel, Teguh Ratmono, mengatakan program CKG diintegrasikan dengan kegiatan yang sudah ada di desa-desa, seperti penguatan pendampingan Integrasi Layanan Primer (ILP).
“Hari ini kita ada penguatan pendampingan ILP dan melakukan CKG terhadap perangkat desa serta kader-kader. Kemudian, untuk masyarakat umum, pelaksanaannya dilakukan di posyandu setempat,” ujar Teguh saat ditemui wartawan di lokasi.
Menurutnya, manfaat CKG bukan sekadar memberikan layanan kesehatan gratis, tetapi juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk menindaklanjuti keluhan atau penyakit yang terdeteksi melalui program tersebut.
Pihak puskesmas juga selalu berinovasi dalam menindaklanjuti hasil CKG melalui program bernama MAS PUL KELILING (Puskesmas Puledagel Konseling dan Skrining Keliling).
“Mas Pul Keliling ini adalah inovasi untuk menindaklanjuti hasil CKG. Kami melakukan follow-up jika ada temuan yang memerlukan penanganan lanjutan, terutama terkait penyakit berisiko. Kami datang langsung ke rumah pasien agar mereka senantiasa terkondisikan untuk kontrol dan berobat rutin. Jadi, pelayanan tidak berhenti hanya pada CKG, melainkan ditindaklanjuti secara proaktif,” terang dia.
Selama satu semester tahun ini, cakupan CKG oleh Puskesmas Puledagel telah mencapai 47 persen dari total 17.760 jiwa di wilayah kerjanya dan masih berada di zona hijau.
Kendati demikian, Teguh mengungkapkan bahwa dari skrining CKG yang telah berjalan, terindikasi beberapa penyakit yang paling banyak dikeluhkan oleh masyarakat.
“Keluhan yang umum terjadi di masyarakat biasanya yang tertinggi adalah hipertensi, yang kedua diabetes melitus atau kencing manis. Ada juga keluhan lain seperti osteoporosis dan darah tinggi. Pada dasarnya, itu adalah penyakit pokok yang banyak dialami masyarakat,” jelasnya.
Melalui cek kesehatan gratis ini, masyarakat diharapkan semakin menyadari pentingnya menjaga kesehatan agar terhindar dari berbagai penyakit.
“Harapannya, melalui lembar skrining dan pemeriksaan laboratorium yang kami lakukan, penyakit-penyakit kronis dan berisiko tersebut dapat segera ditangani,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Desa Geneng, Jati Halim, yang turut serta mengikuti CKG, menyambut baik program tersebut.
“Mewakili pemerintah desa, kami sangat antusias dengan adanya program ini karena sangat membantu kami dalam merealisasikan tujuan pemerintah untuk pemeriksaan kesehatan gratis. Dengan begitu, kesadaran masyarakat kami terhadap kesehatan akan semakin meningkat,” ungkap Jati.
Dalam pemeriksaan CKG tersebut, diketahui bahwa Jati terdeteksi memiliki kadar asam urat yang sedikit di atas batas normal.
“Asam urat saya tercatat 7,3. Berarti hampir normal, ya, meskipun belum sepenuhnya normal. Jadi, kegiatan ini sangat membantu,” ujarnya.
Setelah mengetahui kondisi tersebut, dia mengaku akan lebih berhati-hati dalam menjaga pola makan.
“Asam urat ini memang cukup mengganggu ketika kambuh. Makanya, kalau ada pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu kapan harus mulai menjaga pola makan,” pungkasnya.
Berikut Daftar 44 Inovasi Layanan Kesehatan Puskesmas Puledagel:
1. GEMESHI (Gerakan Untuk Mengatasi Penyakit Hipertensi)
2. LENTERA DM (Langkah Skrining dan Pemantauan Terpadu Penyakit Diabetes Melitus)
3. CEMILAN MMS (Cegah Ibu Hamil Anemia dengan MMS)
4. JEMPUT HIV (Jemput Bola Pelayanan Tes HIV)
5. GERAKAN ROCK N ROLL (Gerakan Rokok No Rutinkan Olahraga)
6. SAPA GIZI (Sahabat Pendamping Keluarga Sadar Gizi)
7. KISS SI DIA (Kampanye Informasi Kesehatan Berbasis Media
8. SADIS SOP (Saku Digital SOP)
9. LAPIS KENYAL (Pelayanan Prolanis Berkualitas Menjamin Kenyamanan dan Kesehatan Secara Lengkap)
10. ASSIEK (Ayo Sukseskan ASI Eksklusi)
11. PELOK BASI (Pengaksesan Lokakaryamini Berbasis Sistem Informasi)
12. PEMILIK DATA (Pemantauan Minum Oralit dan Zink pada Balita)
13. IMUDs (Intervensi Muter Desa)
14. MANJA POL (Manajemen Pengelolaan Obat di Puskesmas Puledagel Kabupaten Blora)
15. KARTU HATI (Harapan Tensi Ideal)
16. SUPER TETDRA (Serangkaian Upaya Pemberian Tablet Tambah Darah Rematri)
17. GEMPITHA (Gerakan Mengobati Penderita HIV/ AIDS)
18. GENID (Gerakan Penemuan HIV/AIDS)
19. LASEGAR SELASI (Lansia Sehat dan Bugar Dengan Senam Lana)
20. ТЕКРОCT BIN REPUTLAH (Teknologi Point Of Care Testing Hemoglobin Remaja Putri di Sekolah)
21. KETUPAT TBC (Kenali Tuntaskan Pencegahan Aktif TBC)
22. PROTEIN EMAS (Program Terintegrasi Pencegahan Stunting Untuk Generasi Emas)
23. MONIKA RESTI (Monitoring Berkala Kehamilan Resiko Tinggi)
24. TAS KECAP (Tuntaskan Kecacingan Dengan Minum Obat Massal)
25. SIAP RAME (Isi Lengkap Rekam Medis Elektronik)
26. POS GIPUL (Pos Kesehatan Gigi dan Mulut Puledagel)
27. SIAP KAK PUL (Solusi Sampah Kita Puskesmas Puledagel)
28. IPIRLENG (Ibu Peduli Imunisasi Rutin Lengkap)
29. BELOK KANAN REPOT (Belanja Alokasi Keuangan pada Rekanan Terlaporkan Bukti Potong)
30. SAMMBAT (Sahabat Mengedukasi Minum Obat dan Vitamin)
31. Si Cekatan (Skrining Cegah Resiko Masa Tumbuh Awal Terintegrasi dan Komperehensif)
32. KEBUN PERSIK GITA (Kegiatan Bunda Periksa Kesehatan Gigi Balita)
33. KEPITING (Kelas Pijat Anti Stunting)
34. SI PUJAAN (Sistem Penyimpanan Penjagaan Cuti Kepegawaian)
35. PULE SAYANG (Puskesmas Puledagel Sapa dan Layani ODGJ di Kampung)
36. MAS PUL KELILING (Puskesmas Puledagel Konseling dan Skrining Keliling)
37. GEBYAR KB PASCA SALIN (Gerakan Bersama Ibu Bersalin Pulang Sudah Ber-KB)
38. GEMBIRA (Gerakan Masyarakat Basmi Aedes Aegypti Menggunakan Ovitrap Ramah Lingkungan)
39. MEMBUMI AND TERARAH (Mencegah Ibu Hamil Anemia Dengan Tablet Tambah Darah)
40. TANGKAS (Tangkap Tuntaskan Sifilis)
41. JEMPOL AS (Sistem Jemput Nifas Integrasi Follow Up Aktif Sekitar)
42. GEN WANITA CERDAS (Gerakan Wanita Cerdas Deteksi Dini Serviks)
43. SEHATI (Sehat Haji Terintegrasi )
44. SAKTI (Sekolah Kader Terampil dan Inovatif)














