Pastikan Proyek Tepat Waktu, DPRD Blora Tinjau Pengurukan Lahan Sekolah Rakyat Cepu

DPRD Blora sidak pembangunan sekolah rakyat di Cepu, Rabu (23/9/2026). Dok. DPRD Blora

BLORA, beritaku.net – Komisi C DPRD Kabupaten Blora melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi proyek pembangunan Sekolah Rakyat yang bertempat di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Rabu (23/9/2026).

​Sidak tersebut diikuti sejumlah anggota Komisi C DPRD Blora, di antaranya M. Mukhlisin, Asrofin, Mujoko, Saeful Arifin, Sugeng Hariyanto, dan Suyono.

​Ketua Komisi C DPRD Blora, M. Mukhlisin, menyampaikan bahwa peninjauan lapangan ini dilakukan untuk memastikan pengerjaan proyek, khususnya tahap pengurukan lahan, berjalan sesuai jadwal dan spesifikasi yang ditentukan.

​”Salah satu fokus kami adalah melihat progres pengurukan tanah. Kami cek apakah persentasenya sudah sesuai dengan jadwal dan target waktu yang ditetapkan,” ujar pria yang akrab disapa Gus Sin tersebut saat ditemui seusai sidak di Kantor DPRD Blora.

​Berdasarkan hasil peninjauan, Gus Sin menilai pengerjaan proyek secara umum masih berada di jalur yang benar (on the track). Meski demikian, ditemukan kendala teknis di mana struktur tanah sawah di lokasi kerap mengalami penurunan (amblas).

​Untuk mengatasi kendala tanah yang amblas tersebut, pihak pelaksana dan pengawas menyesuaikan material urukan. Material yang semula direncanakan campuran tanah biasa dan pedel (grosok), diubah seluruhnya menggunakan grosok dari dasar hingga permukaan.

​”Beberapa titik terpaksa diuruk penuh menggunakan grosok dari bawah sampai atas agar struktur tanahnya padat. Untuk pengecoran jalan akses baru selesai separuh. Terkait adanya laporan retakan, nanti kami tindak lanjuti bersama Dinas PU dan pengawas,” jelasnya.

​Gus Sin menegaskan pentingnya pemadatan landasan proyek ini karena akan menopang konstruksi gedung bertingkat hingga tiga lantai.

​”Kualitas urukan ini adalah fondasi dasar. Kalau dasarnya tidak kuat, sangat berbahaya untuk bangunan di atasnya nanti. Karena itu harus benar-benar dipastikan presisi. Mendekati akhir tenggat waktu kontrak, kami akan cek kembali,” tegasnya.

Baca Juga :  Edukasi Warga untuk Hidup Sehat, Desa Balongsari Gelar Penyuluhan HIV dan TBC

​Berdasarkan data opname mingguan terakhir, progres pengerjaan urukan telah mencapai 42 persen. Untuk mengejar target, pihak pelaksana berencana menambah armada truk tronton pengangkut material tanpa menghentikan armada dump truk sumbu kecil yang selama ini beroperasi.

​Material urukan dipasok dari beberapa daerah, termasuk pasokan tanah merah dari Kecamatan Todanan yang dilaporkan mencapai 25 rit per hari. Selain itu, pasokan material juga didatangkan dari Tuban dan Sedan.

​Gus Sin memastikan seluruh material yang masuk ke lokasi proyek bersumber dari tambang yang legal.

​”Semuanya legal. Pihak di lapangan melakukan pemeriksaan ketat. Jika ada truk pembawa material yang tidak memenuhi persyaratan legalitas, langsung ditolak dan diminta keluar dari area proyek,” tegasnya.

​Proyek urukan tahap awal ini menelan anggaran sekitar Rp 13 miliar. Komisi C berharap pelaksanaan pengerjaan awal ini berjalan kondusif tanpa kendala berarti, mengingat potensi anggaran pembangunan gedung utama Sekolah Rakyat nantinya diperkirakan mencapai Rp 100 miliar hingga Rp 200 miliar.

​”Kami berharap pengerjaan tahap awal ini tetap kondusif, lancar, dan tidak memicu kegaduhan. Kelancaran tahap awal ini sangat menentukan kelanjutan proyek pembangunan gedung utama ke depannya,” pungkasnya.

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maaf Guys..!!