BLORA, BERITAKU.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora memfasilitasi pertemuan antara PT Pentawira Agraha Sakti dengan pengurus karang taruna dan warga Desa Jiken, di Rumah Dinas Bupati Blora, Jawa Tengah, pada Jumat (21/11/2025) sore.
Hadir dalam tersebut, Bupati Blora, Arief Rohman, Presiden Direktur PT Pentawira Agraha Sakti, Alim Ting Astomo dan manajer perusahaan tersebut, Alwin, Kapolsek Jiken, Danramil Jiken, Camat Jiken, Kepala Desa Jiken, serta pengurus karang taruna dan beberapa warga.
Bupati Blora, Arief Rohman mempersilakan kedua pihak untuk saling menyampaikan persoalan-persoalan yang dialami, terutama bagi masyarakat desa Jiken yang beberapa hari lalu menggelar aksi demonstrasi di depan pabrik tersebut.
“Kalau ada komunikasi kan bisa ada negosiasi,” ucap Arief sebagai fasilitator pada pertemuan tersebut.
Salah seorang warga, Kiki (50) mengatakan keberadaan pabrik Pentawira yang berada di Desa Jiken, Kecamatan Jiken tersebut dikeluhkan warga terkait Maslaah lingkungan terutama bising dan debu.
“Mereka itu terganggu masalah terutama bising dan masalah debu,” ujar dia.
Selain bising dan debu, warga juga merasa keberadaan pabrik tersebut malah menyebabkan tanah longsor dan membuat tanaman mereka kebanjiran.
“Jadi sawah saya hancur. Itu pun belum ada tanaman. Kalau ada tanaman, gimana rasanya biaya untuk di sawah orang kecil seperti saya?” ucap warga lainnya.
Tak hanya itu, warga juga mengadukan perihal adanya perekrutan tenaga kerja yang diduga syarat dengan permainan suap menyuap.
Warga juga sudah beberapa kali membuat proposal dan mengadukan masalah tersebut ke pihak pabrik, namun pihak yang mengatasnamakan pabrik tersebut dianggap tidak mampu mengatasi permasalahan itu.
Sehingga, warga desa sepakat agar mediasi harus menghadirkan pemilik pabrik.
Menanggapi keluhan dari warga tersebut, Alim Ting Astomo atau yang akrab disapa Pak Lim menjelaskan segala persoalan tersebut akan diselesaikan.
Bahkan, dirinya juga merasa senang dengan adanya mediasi ataupun keluhan warga yang selama ini tidak pernah sampai ke telinganya.
“Saya terima kasih banget sama warga jiken karena tanpa ada mereka, tanpa ada masyarakat yang ada, saya juga enggak tahu masalah hal ini. Kenapa kok enggak tahu? Saya kan jarang sekali sampai di bawah ya,” ucap dia yang memiliki sejumlah perusahaan di luar Blora.
Menurutnya, pihak yang selama ini mengatasnamakan pabrik juga sudah diberikan sanksi pemecatan, karena dianggap tidak mampu mengkomunikasikan permasalahan tersebut.
“Semua itu kan diambil hikmahnya saja. Kalau buat saya hal-hal seperti ini saya juga senang sekali kok ketemu warga, cuman saya bukan pilah-pilih enggak, kebetulan saya masih sibuk, kebetulan diundang Pak Bupati ya sangat saya hargai. Dari hal-hal ini mungkin nanti bisa menyelesaikan masalah dan baik untuk semuanya,” terang dia.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Jiken, Galuh Wicaksono Putro yang juga hadir dalam pertemuan tersebut merasa senang sekaligus meminta maaf atas kegaduhan yang beberapa hari lalu terjadi di depan pabrik tersebut.
“Kami tidak ada maksud untuk aksi seperti yang kemarin tanggal 14 itu. Itu adalah aksi yang sangat terpaksa, Pak. Karena kami sudah melakukan mediasi beberapa kali tidak ada titik temu seperti itu,” kata dia.
“Nah, akhirnya sampai di hari ini alhamdulillah kita bisa bertemu dan langsung mendengarkan Bapak yang masih menjelaskan dan didengarkan dari warga Jiken. Alhamdulillah saya sangat bangga, Pak. Dan saya pribadi dengan warga Jiken Karang Taruna akan mendukung, Pak. Mendukung dan bangga adanya pabrik di desa kami, Pak,” imbuh dia.
“Dan syukur-syukur nanti warga Jiken bisa dirangkul dan yang kemarin apa yang menjadi keluhan dari warga bisa teratasi. Nanti dari warga sendiri yang yang menyampaikan keluhan-keluhan. Kalau dari saya Karang Taruna, saya sudah merasa bangga dan bisa bertemu dengan Bapak Alim,” kata dia.
















