BLORA, beritaku.net – Rencana pembangunan kampus Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terus mematangkan persiapannya.
Proyek strategis ini dijadwalkan akan memulai meletakkan batu pertama (ground breaking) pada pertengahan Oktober 2026.
Direktur Direktorat Prasarana, Sarana, dan Aset UNY, Prof. Slamet Widodo, mengungkapkan bahwa seluruh tahapan pembangunan saat ini berjalan sesuai dengan tata kala yang telah direncanakan oleh pihak universitas.
“Pembangunan sesuai dengan tata kala yang sudah kami perkirakan. Insyaallah ground breaking direncanakan di minggu kedua Oktober 2026, dengan kontrak efektif per 1 Oktober,” ujar Slamet saat ditemui di Kantor Kecamatan Blora, Kamis (2/7/2026).
Matangkan Lahan dan Antisipasi Banjir
Sebelum konstruksi fisik dimulai, UNY terlebih dahulu akan fokus pada pematangan lahan yang dijadwalkan berlangsung sepanjang bulan Agustus 2026.
Langkah pengurukan ini dinilai krusial lantaran kondisi geografis lahan bagian belakang yang posisinya berada di bawah elevasi jalan.
“Kami akan mematangkan dulu lahan agar dalam proses konstruksinya nanti tidak ada hambatan lagi. Proses pengurukan ini kami perkirakan memakan waktu sekitar satu bulan,” jelasnya.
Menanggapi kekhawatiran dan masukan dari para petani lokal terkait potensi banjir setelah berdirinya bangunan baru, Slamet menegaskan bahwa pihak UNY berkomitmen penuh menjaga keseimbangan lingkungan sekitar.
Aspirasi masyarakat tersebut akan langsung dimasukkan ke dalam dokumen lingkungan.
Sebagai solusi konkret, UNY akan menerapkan sistem drainase ramah lingkungan dengan memaksimalkan sumur resapan, berkaca pada kesuksesan pengelolaan di kampus utama mereka.
“Kami sudah sepakat dengan konsultan perencana untuk memaksimalkan sistem sumur resapan di sekitar area ini. Kami akan mencoba semaksimal mungkin air masuk ke resapan internal wilayah area gedung. Jika memang tidak memungkinkan, sebagian akan dialirkan keluar, dan untuk itu kami terus berkoordinasi dengan Dinas PUPR,” urai Slamet.
Fokus Tahap Awal dan Target Mahasiswa Baru
Pada tahap pertama ini, lahan yang akan diolah memiliki luas sekitar 7.700 hingga 8.000 meter persegi.
Area tersebut nantinya mencakup pembangunan gedung direktorat hingga penataan lanskap kampus, sebelum nantinya diperluas secara bertahap mengikuti perkembangan institusi.
Terkait kesiapan operasional akademik, kampus PSDKU Blora ini ditargetkan dapat menjaring mahasiswa baru pada Tahun Ajaran 2027/2028.
Pihak rektorat berencana mengajukan atau submit borang perizinan program studi baru ke Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada awal tahun 2027.
“Untuk perizinan prodi baru biasanya hanya memakan waktu sekitar 6 bulan. Targetnya persetujuan dari Kementerian sudah keluar sebelum tahun ajaran baru 2027/2028 dimulai,” tambahnya.
Meski urusan akademik berada di bawah direktorat yang berbeda, Slamet membocorkan bahwa mayoritas program studi yang nantinya dibuka di kampus PSDKU Blora ini akan berfokus di bidang keolahragaan.
Kehadiran PSDKU UNY ini diharapkan tidak hanya mampu mendongkrak kualitas pendidikan tinggi di Blora, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat di wilayah Blora dan sekitarnya.














