BLORA – Sebuah rumah kayu jati milik warga di Dukuh Baran, Desa Sambiroto, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, ludes dilalap si jago merah pada Selasa (2/12/2025) pagi. Kebakaran hebat yang terjadi sekitar pukul 06.15 WIB ini mengakibatkan kerugian material ratusan juta rupiah, termasuk hangusnya satu unit mobil dan dua ekor sapi.
Kapolsek Kunduran, AKP Budi Santoso, membenarkan peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi, insiden ini diduga kuat dipicu oleh kelalaian manusia. Api berasal dari puntung rokok yang masih menyala yang dibuang ke tumpukan sampah di area kandang sapi.
”Dari pengakuan korban, sebelum berangkat ke sawah, korban sempat membuang puntung rokok yang masih menyala di tumpukan sampah yang berada di kandang sapi,” jelas AKP Budi Santoso dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/12).
Peristiwa bermula ketika salah satu saksi, Lilis Puji Lestari (35), yang sedang menyuapi anaknya di depan rumah, mendengar suara letupan keras layaknya benda terbakar. Saat diperiksa ke dalam, asap tebal dan api sudah membakar bagian belakang rumah, tepatnya di area kandang sapi.
Konstruksi rumah model blondoran yang terbuat dari kayu jati membuat api dengan cepat membesar dan merambat ke seluruh bangunan. Warga sempat berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun kobaran api terlalu besar hingga sulit dikendalikan.
Tiga unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Blora dikerahkan ke lokasi bersama petugas Polsek dan Koramil Kunduran. Sayangnya, saat petugas tiba, api telah melahap habis bangunan rumah tersebut.
Akibat kejadian ini, korban Suwoto (67) mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp 300 juta. Barang-barang berharga yang gagal diselamatkan antara lain satu unit mobil Mazda, dua unit sepeda motor, empat lemari, peralatan elektronik, perhiasan emas, uang tunai, hingga dua sertifikat tanah.
Selain harta benda, dua ekor sapi milik korban juga mati terpanggang karena tidak sempat dievakuasi dari kandang yang menjadi titik awal api. Tidak ada korban jiwa manusia dalam insiden ini.
















