BLORA, beritaku.net – Sejumlah warga Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah melakukan aksi blokade jalan dengan membawa beberapa batang pohon pisang di ruas jalan provinsi Randublatung – Cepu, pada Kamis (4/6/2026).
Aksi blokade jalan tersebut merupakan bentuk protes terhadap kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi yang hanya memberikan anggaran sebesar Rp 5,2 Miliar untuk ruas jalan yang rusak tersebut.
Salah seorang warga Randublatung, Exy Wijaya mengatakan anggaran tersebut sangatlah kurang untuk memperbaiki ruas jalan provinsi Randublatung – Cepu tersebut.
“Itu sangat tidak cukup sekali. Hanya 500 sampai 600 meter. Padahal sepanjang jalan Kedung Jambu sampai Jape itu 2,6 kilometer,” ucap dia saat aksi blokade jalan.
Padahal, secara keseluruhan total ruas jalan provinsi Randublatung – Cepu sekitar 25 kilometer.
Menurutnya, ketika jalan provinsi mengalami kerusakan, yang paling terdampak merasakan jalan tersebut yakni masyarakat.
“Di sini kita menggunakan hak konstitusional kita sebagai rakyat untuk mengontrol kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat. Ketika jalan-jalan provinsi rusak, yang menjadi korban adalah rakyat,” terang dia.
Dia pun mengajak kepada semua masyarakat Jawa Tengah yang ruas jalan provinsinya rusak untuk terus menyuarakan aspirasinya agar jalan tersebut dapat segera diperbaiki.
“Makanya, kami mengimbau kawan-kawan seluruh Jawa Tengah, warga masyarakat Jawa Tengah, masyarakat Jawa Tengah, ayo kita bersatu. Permasalahan Blora tidak berdiri sendiri, tetapi permasalahan Jawa Tengah adalah hak kita untuk menggunakan konstitusi kita mengkritisi kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat,” ujar dia menggebu-gebu.
Aksi blokade yang dilakukan sekitar lima menit tersebut sempat membuat kemacetan bagi para pengendara yang melintas.
Meski demikian, aksi blokade jalan tersebut tetap mendapatkan penjagaan dari aparat TNI-Polri.














