BLORA, beritaku.net – Warga Sedulur Sikep Samin Sambongrejo di Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengubah hasil bumi tanaman lokal seperti Uwi dan Talas menjadi makanan yang memiliki nilai ekonomis.
Uwi dan Talas yang biasanya hanya disajikan setelah direbus atau orang sering menyebut krowotan, namun oleh warga samin sedulur sikep bisa diolah menjadi cookis, kue donat, brownis dan kue kering lainnya.
Semua ini berkat pelatihan yang digelar oleh Balai Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BRMP Biogen) melalui Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI) Jawa Tengah sejak Selasa – Kamis (13-15/10/2026).
Perwakilan BRMP Biogen Kementerian Pertanian, Nurjaman mengatakan pelatihan tersebut merupakan rangkaian dari konservasi STG yang dilakukan CDCSUI untuk lima komoditas utama.
Salah satunya komoditas Talas dan Uwi, yang telah dilakukan oleh warga sedulur sikep samin.
“Ini adalah kegiatan peningkatan kapasitas untuk sedulur sikep Sambongrejo, yaitu pelatihan pengolahan daripada Uwi dan Talas untuk diolah menjadi cookis, brownis dan olahan lainnya, yang berbahan baku dari tepung Uwi dan Talas”, ujar dia.
Harapannya dari pelatihan yang dilakukan oleh CDCSUI ini, akan memberikan dampak ekonomi terhadap komoditas yang menjadi unggulan di Kabupaten Blora.
“Dimana talas dan uwi yang menjadi salah satu komoditas konservasi itu, akan berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Blora”, kata dia.
Alasan CDCSUI memilih tanaman lokal Uwi dan Talas adalah karena tanaman tersebut salah satu komoditas utama pengganti makanan pokok, yang berkelanjutan dan bisa dijadikan olahan berupa produk yang disukai oleh masyarakat.
Sementara itu, Yunarmi, salah satu peserta pelatihan merasa senang bisa mengikuti pelatihan pengolahan cookis dari bahan tepung Uwi dan Talas tersebut.
Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bagus untuk dikembangkan bagi ibu-ibu rumah tangga maupun pemuda-pemudi sedulur sikep Sambongrejo, untuk menambah perekonomian.
“Ini bahannya kan mudah didapat, karena ini tanaman lokal yang biasanya ditanam di pekarangan. Jadi kami sangat berterima kasih atas kegiatan ini. Semoga bisa membantu perekonomian warga kami”, ujar dia.














