Achlif
Berita, HL  

Industri Pabrik Gamping Segera Dibangun, Diharapkan Mampu Serap Tenaga Kerja Lokal Blora

Lahan tempat mendirikan pabrik Kapur/Gamping diwilayah Jiken Kabupaten Blora. || Foto. beritaku.net/rusta
Example 120x600

BLORA, (beritaku.net) – Sebuah pabrik yang bakal menyerap ribuan tenaga kerja akan segera dibangun di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Pabrik yang berlokasi di Desa Jiken, Kecamatan Jiken, saat ini masih dalam proses pembangunan dengan beberapa kendaraan alat berat yang terus beroperasi.

Salah seorang Legal PT Pentawira Agraha Sakti, Raman mengatakan pembangunan pabrik kapur atau gamping ini membutuhkan waktu sekitar tiga tahun.

“Ini pengerjaannya belum ada satu persen, masih dalam tahap pengurukan. Untuk beroperasi mungkin di antara tahun 2026, karena sesuai schedule saya untuk pengajuan perizinan itu 3 tahun, kalau 3 tahun belum selesai ya kita perpanjang lagi,” ucap Raman saat ditemui wartawan di lokasi, Minggu (3/9/2023).

Dirinya menjelaskan pada awalnya pabrik ini akan dibangun di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Namun, karena dirinya berasal dari Blora dan mengetahui banyaknya angka pengangguran di Blora, maka dirinya berupaya agar pabrik tersebut dapat didirikan di tanah kelahirannya.

“Karena Blora itu rata-rata pengangguran banyak sekali. Supaya nanti ada pabrik terus bisa menyerap tenaga kerja, semisal nanti ada 800 sampai 1000 (orang),” kata dia.

Meski disebut sebagai pabrik industri kapur atau gamping, namun pada intinya pabrik tersebut akan menghasilkan kalsium.

“Ini industri pabrik kapur atau gamping dibawah PT Pentawira Agraha Sakti. Nanti pengirimannya bisa dari sini ke luar Jawa, bisa untuk kertas, pemutih, untuk bahan kosmetik dan cat dan lain sebagainya, kalsium intinya,” terang dia.

Berdasarkan dokumen PKKPR (Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang) yang sudah dimiliki, industri pabrik gamping ini membutuhkan lahan seluas 11,8 hektar.

Baca Juga :  Gelar Aksi Turun ke Jalan, PWI - KPU Blora Ajak Warga Gunakan Hak Suaranya di TPS

Selain masih dalam proses pengurukan, pihaknya sejauh ini juga terus berupaya melengkapi sejumlah dokumen perizinan baik di tingkat daerah hingga pusat agar keberadaan industri pabrik tersebut tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

Raman menjelaskan saat ini pihaknya sudah mengantongi izin PKKPR, surat izin industri nasional (SIINas) dari Kementerian Perindustrian.

Selain itu, pihaknya mengaku sudah melengkapi dokumen Nomor Induk Berusaha Online Single Submission (NIB OSS) dari Kementerian Investasi/ BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) dengan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

“Terus surat pernyataan mandiri, terus dokumen lingkungan sudah terbit dari SPPLnya (surat pernyataan kesanggupan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup),” jelas dia.

Dengan niat untuk mengurangi angka pengangguran dan menyerap tenaga kerja di Blora, pihaknya berharap agar mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

“Tujuan saya juga baik, nanti dari pihak-pihak manapun mungkin bisa support, ‘oh iyo kae apik tujuane, ojo nganti mandek (oh iya, itu bagus tujuannya, jangan sampai gagal),” harap dia.

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *