Sempat Diportal Warga, Jalan Sambong–Ledok Blora Bakal Dicor Beton Sepanjang 160 M

Ruas jalan Sambong - Ledok di Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah

BLORA, beritaku.net – Ruas jalan Sambong – Ledok yang berada di Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sempat didemo warga dengan aksi penanaman pohon pisang pada 27 November 2025 lalu.

Aksi demo tersebut kemudian dapat diredam setelah warga mendapatkan janji rencana perbaikan jalan pada 2026.

Namun hingga Juli 2026, jalan tersebut tak kunjung diperbaiki. Sehingga warga melakukan aksi blokade jalan dengan memasang portal pada Agustus ini.

Akhirnya, ruas jalan kabupaten tersebut pasti diperbaiki setelah adanya rapat sosialisasi yang dilakukan di Balai Desa Pojokwatu, Kecamatan Sambong, pada Rabu (5/8/2026).

Ruas jalan Sambong–Ledok, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, diperbaiki setelah mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp 500 juta dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026.

Diketahui, Desa Ledok merupakan wilayah kerja pertambangan (WKP) Pertamina. Lalulintas kendaraan berat milik perusahaan BUMN tersebut selama ini dinilai memicu kerusakan jalan. 

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Blora yang juga warga Desa Ledok, Siswanto, menjelaskan bahwa akses jalan tersebut sebelumnya merupakan tanggung jawab Pertamina. 

Namun, pada 2023, ruas jalan itu diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora melalui Peraturan Daerah (Perda).

“Pada perjalanannya, kami bersama tokoh masyarakat melihat Pertamina keberatan memikul beban jalan. Sehingga kami mengusulkan di dalam pansus (panitia khusus) RTRW agar status jalan itu ditarik menjadi jalan kabupaten,” terang Siswanto dalam sosialisasi tersebut.

Menurutnya, setelah status jalan berpindah, Pemerintah Daerah sempat kewalahan. Pasalnya, jalan tersebut sebelumnya dirawat oleh Geo Cepu Indonesia (GCI) Blora dan Pertamina.

“Setelah status jalan berubah, pada saat pandangan fraksi di DPRD juga disampaikan bahwa jalan itu sangat penting. Lalu, Bupati juga merespon bahwa jalan itu sangat krusial sehingga ada pembagian porsi pembangunan jalan dengan Pertamina,” terang dia.

Baca Juga :  Menhub Dorong Penerbangan di Bandara Ngloram

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora, Danang Adiamiarta, menjelaskan pembangunan tahap awal ini menggunakan anggaran Rp 500 juta dengan panjang penanganan mencapai 160 meter. 

Kendati demikian, pihaknya mengungkapkan bahwa peningkatan ruas jalan tersebut juga telah diusulkan ke pemerintah pusat melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD).

“Skema kedua kita usulkan melalui Inpres Jalan Daerah sepanjang 3,9 kilometer dari perempatan Sambong ke Ledok dengan estimasi anggaran usulan Rp 14 miliar,” terang dia dalam sosialisasi tersebut.

Sebagai informasi tambahan, dalam sosialisasi tersebut diungkapkan bahwa pembangunan jalan nantinya akan menggunakan konstruksi rigid beton dengan ketebalan lantai dasar lima sentimeter dan lapisan atas 20 sentimeter.

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maaf Guys..!!