BLORA, beritaku.net – Menu makan bergizi gratis (MBG) yang bervariasi terkadang menjadi sensasi tersendiri bagi para penerima manfaat.
Apalagi menu MBG yang dibagikan jarang dikonsumsi sehari-hari oleh mereka.
Sensasi menikmati menu MBG yang jarang dikonsumsi sehari-hari tampak dirasakan oleh Zulfikar. Dia merupakan siswa kelas XII dari SMA Muhammadiyah Randublatung di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Pada menu MBG yang dibagikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Grand Saphire Randublatung, Zulfikar tampak lahap menikmati menu berupa nasi putih, tempe balado, semangka, tumis sawi putih wortel, dan burung puyuh goreng.
Bagi Zulfikar, menu burung puyuh goreng terasa spesial karena ia baru pertama kali memakannya.
“Iya, baru pertama kali ini. Menunya ini burung puyuh rasanya mirip kayak bebek bakar menurut saya,” ucap dia saat ditemui sembari menikmati menu makan siangnya, Kamis (6/8/2026).
Saat menikmati menu tersebut, ia tidak perlu menggunakan sendok garpu, cukup ‘muluk’ pakai jari tangan.
“Iya, biar enggak ribet aja sih,” kata dia.
Kepala SMA Muhammadiyah Randublatung, Ema Mai Syaroh mengakui menu burung puyuh goreng merupakan yang pertama kali dibagikan sejak program MBG diterimanya pada September 2025 lalu.
“Jadi anak-anak (didik) saya belum merasakan ini di rumah. Jadi anak-anak saya merasakan menu burung puyuh ‘ingkung kecil’ katanya tadi,” ucap dia yang memiliki sebanyak 488 murid.
Sementara itu, Pengawas Gizi SPPG Grand Saphire Randublatung, Hani Laksaningrum mengatakan menu burung puyuh dibagikan kepada para penerima manfaat karena memiliki protein yang lebih tinggi daripada ayam potong.
“Selain itu kan masih jarang juga anak-anak merasakan burung puyuh juga. Burung puyuh kan masih kurang familiar anak-anak. Nah, dari itu saya mengangkat kalau bisa anak-anak juga merasakan, ahamdulillah tadi juga anak-anak juga menyukainya,” ujar dia.
Dirinya menjelaskan dalam memasak menu MBG untuk dibagikan kepada penerima manfaat, pihaknya melakukannya selama dua kali.
“Kalau masak untuk SMA berarti kan porsi besar itu kita masaknya jam 05.00 WIB sampai 09.00 WIB itu masih masak, karena mereka kan konsumsi di sekitar jam 12 siang gitu. Untuk antisipasi juga terkait keamanan pangan gitu. Untuk kloter pertama porsi kecil kita mulai start masak itu jam 01.00 WIB, jadi semuanya itu kita masak fresh,” terang dia.
Sejauh ini, SPPG Grand Saphire Randublatung melayani sebanyak 3.497 penerima manfaat, yang terdiri dari PAUD/TK sebanyak 418 siswa, SD/MI sebanyak 1.136 siswa, SMP/MTs sebanyak 332 siswa, SMA/MA sebanyak 1.540 siswa dan B3 (balita/busui/bumil) sebanyak 73 penerima manfaat.














