160 Sekolah di Kendal Diusulkan Gelar PTM

Salah satu siswa terlihat mencuci tangan di wastavel dan menggunakan masker
Example 120x600

KENDAL, (beritaku.net) – Pemerintah Kabupaten Kendal melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar simulasi untuk menghadapi Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Kamis (26/8/2021).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi menjelaskan, total ada 160 sekolah yang diusulkan kepada Satgas Covid-19 Kabupaten Kendal untuk mulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Pembukaan Pembelajaran Tatap Muka akan diujicoba mulai hari Rabu, 25 Agustus 2021 di 60 sekolah dari 160 sekolah yang diusulkan. Adapun rinciannya 20 PAUD, 20 SD, dan 20 SMP dari total 86 PAUD, 51 SD, dan 23 SMP yang diusulkan,” katanya.

Dikatakan, pihaknya terus berkomunikasi dengan Pengawas Sekolah di masing-masing Koordinator Wilayah Kecamatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terkait kesiapan masing-masing sekolah yang diusulkan.

“Tentunya sekolah harus memenuhi persyaratan diantaranya adalah mengisi Daftar Periksa Data Pokok Pendidikan (Dapodik) untuk kesiapan masing-masing Satuan Pendidikan,” jelas Wahyu.

Wahyu menjelaskan, Pembelajaran Tatap Muka hanya diperbolehkan bagi Satuan Pendidikan yang memenuhi daftar periksa Dapodik.

“Sekolah harus memperhatikan lingkungannya benar-benar bersih, seperti toilet bersih, sarana cuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir dan handsanitizer di setiap kelas, penyemprotan cairan disinfektan di setiap ruangan sebelum pertemuan tatap muka dilaksanakan,” tutur Wahyu.

Selain itu, juga tersedianya akses pelayanan Kesehatan (Puskesmas, Klinik, Rumah Sakit), juga memiliki thermogun, pemetaan bagi warga Satuan Pendidikan.

Baca Juga :  Saat Pegawai Exxonmobil Jadi 'Guru Dadakan' bagi Siswa SD di Blora, Begini Rasanya

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kendal, Supardi mengatakan, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) ini sekolah dituntut untuk benar-benar memberikan tempat yang sehat dan sekolah juga memberikan perhatian kepada siswa.

“Sebelum masuk siswa mengisi daftar periksa kebutuhan PTM, sekolah menyiapkan model pembelajaran Blended Learning, serta sekolah juga merancang skenario kedatangan siswa PTM dan saat siswa pulang sekolah,”kata Supardi

Selain itu, untuk megantisipasi adanya kerumunan, dalam pelaksanaan simulasi pembelajaran tatap muka ini, pihak sekolah memberlakukan secara bergiliran.

“Kelas kita batasi 16 siswa, maka pembelajaran tatap muka kita buat selang seling. Agar tidak berkerumun,” tandasnya.

Selain PTM langsung, pembelajaran juga diikuti juga siswa lainnya secara daring dari rumah masing-masing siswa.

“Agar semua siswa tau, pelajaran apa el yang sama melalui daring,” imbuh Supardi.***Eko

banner 400x130

Tinggalkan Balasan