Berita, HL  

Kebocoran Gas Elpiji di Kunduran Blora, Tiga Warga Alami Luka Bakar

Identifikasi Sumber Api: Petugas Polsek Kunduran sedang menunjuk area perapian tradisional (pawon) yang diduga menjadi sumber api dalam insiden ledakan gas elpiji 3 kg di Desa Bakah, Kunduran, Blora, pada Rabu (4/3/2026). || Foto: dok. polres blora

BLORA, Beritaku.net — Tiga warga Desa Bakah, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, harus menjalani perawatan medis secara intensif. Ketiganya mengalami luka bakar akibat sambaran api yang dipicu oleh kebocoran tabung gas elpiji 3 kg pada Rabu (4/3/2026) sore.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di kediaman milik SY (35). Kejadian bermula saat SY merasa kesulitan memasang regulator pada tabung gas yang baru saja ia beli. Karena kendala tersebut, ia kemudian meminta bantuan kepada rekannya, SJ (39), seorang petani setempat.

SJ mencoba membantu memasangkan regulator di area dapur rumah SY. Namun, saat proses pemasangan berlangsung, tabung gas tersebut diduga mengalami kebocoran. Gas yang keluar dengan cepat menyebar di area dapur yang masih memiliki sumber api.

Kondisi dapur saat itu masih terdapat bara api yang menyala pada perapian tradisional atau pawon bekas SY memasak sebelumnya. Akibatnya, gas yang bocor langsung menyambar api dan mengenai tubuh SY serta SJ. Keduanya mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh.

Selain kedua korban tersebut, seorang warga lain berinisial S (45) juga ikut menjadi korban. S yang berada di lokasi saat kejadian berniat memberikan pertolongan kepada korban. Namun, ia justru ikut terkena sambaran api hingga mengalami luka ringan.

Kapolsek Kunduran, Iptu Budi Santoso, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Setelah menerima laporan dari perangkat desa, pihaknya bersama anggota Reskrim dan personel Koramil segera mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal.

Baca Juga :  Begini Kronologi Meletusnya Kawah Lumpur Kesongo

“Benar telah terjadi peristiwa warga terbakar akibat kebocoran gas elpiji. Korban SY mengalami luka bakar sekitar 54 persen, SJ sekitar 64 persen, dan S sekitar 10 persen,” ujar Iptu Budi Santoso dalam keterangan resminya pada Kamis (5/3/2026).

Petugas kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti guna penyelidikan lebih lanjut. Berdasarkan pemeriksaan medis dari Puskesmas Kunduran, kondisi luka bakar SY dan SJ memerlukan perawatan intensif karena tergolong cukup serius.

Oleh karena itu, pihak kepolisian kembali mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat mengganti tabung gas. Iptu Budi mengimbau agar warga memastikan tidak ada sumber api yang menyala di sekitar dapur saat sedang memasang regulator gas guna menghindari risiko kebakaran.

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maaf Guys..!!