BLORA, beritaku.net – Pohon bukan sekadar pohon. Ada pohon yang menaungi langkah kita, ada pohon yang menandai lahirnya sebuah desa, ada pohon yang menyimpan bisikan cerita tentang leluhur, mata air, satwa, dan perjalanan panjang sebuah tempat.
Pohon-pohon yang tumbuh puluhan hingga ratusan tahun ini bukan hanya saksi bisu perubahan zaman, melainkan bagian dari jiwa masyarakat itu sendiri. Pohon-pohon seperti inilah yang kami sebut Kayon.
Dalam filosofi Jawa, kayon adalah simbol pohon kehidupan, lambang alam semesta, keseimbangan, serta harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Sementara merti adalah wujud rasa syukur yang diwujudkan melalui tindakan merawat dan melestarikan.
Merti Kayon hadir sebagai panggilan jiwa. Sebuah ajakan untuk kembali merawat kehidupan dengan merawat pohon.
MERTI KAYON BLORA 2026
Di berbagai desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Blora, Jawa Tengah masih berdiri pohon-pohon besar yang memiliki nilai ekologis, juga menyimpan sejarah, cerita rakyat, tradisi, pengetahuan lokal, dan kenangan masyarakat.
Namun, keberadaan pohon-pohon tersebut menghadapi berbagai tantangan. Di antaranya perubahan iklim, degradasi lingkungan, berkurangnya ruang terbuka hijau, pembangunan, serta perubahan tata guna lahan.
Tantangan tersebut tentu saja dapat mengancam keberadaan pohon-pohon besar yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Oleh karena itu, sudah saatnya kita mengenali, mendokumentasikan, menghargai, dan menjaga sekaligus merawat keberadaan pohon pohon tersebut.
Apalagi kabupaten Blora memiliki kekayaan hutan dan bentang alam yang menjadi bagian penting dari identitas daerah tersebut.
Merti Kayon Blora 2026 hadir sebagai gerakan kolaboratif untuk mengajak masyarakat Blora melihat kembali pohon-pohon besar di sekitar kita sebagai warisan alam yang perlu dirawat bersama-sama.
MENCARI 10 KAYON UTAMA BLORA
Merti Kayon Blora 2026 akan melakukan inventarisasi dan dokumentasi pohon-pohon besar di seluruh wilayah Kabupaten Blora.
Pohon-pohon besar tersebut dapat dinominasikan oleh masyarakat, pemerintah desa atau kelurahan, komunitas, organisasi masyarakat (ormas), lembaga pendidikan, serta kelompok atau lembaga lainnya dengan berkoordinasi dengan pemerintah desa atau kelurahan setempat.
Setiap pohon yang dinominasikan akan melalui proses verifikasi, dokumentasi, pengukuran, pengumpulan cerita dan sejarah, serta penilaian oleh tim juri.
Aspek penilaian tersebut mencakup ukuran dan usia pohon, nilai ekologis dan konservasi, nilai sejarah dan budaya, keterkaitan dengan tradisi dan kehidupan masyarakat, serta kondisi keunikan dan keberlanjutan pohon.
Dari proses penilaian tersebut akan dipilih 10 Kayon Utama Blora 2026, yang bukan sekadar pohon terbesar, bukan pula sekadar pohon tertua, tetapi pohon-pohon yang memiliki cerita, nilai, dan makna penting bagi kehidupan masyarakat Blora.
DARI POHON, KITA MERAWAT CERITA
Merti Kayon tidak sekadar berbicara tentang batang, dahan, akar, atau ukuran pohon. Namun Merti Kayon juga ingin menemukan cerita dibaliknya.
Dari cerita siapa yang menanamnya, sejak kapan pohon itu tumbuh, apa yang terjadi di sekitarnya, adakah legenda atau cerita rakyat yang menyertainya, apakah masyarakat masih memiliki tradisi tertentu yang berkaitan dengan pohon tersebut, apakah pohon itu menjadi penanda sejarah sebuah desa, serta apakah keberadaannya berkaitan dengan mata air, satwa, sumber pangan, atau kehidupan masyarakat.
Karena setiap pohon mungkin menyimpan cerita yang tidak tercatat dalam buku sejarah. Dan ketika pohon itu hilang, bisa jadi sebagian cerita tentang tempat itu ikut hilang bersamanya.
PAMERAN MERTI KAYON
Hasil inventarisasi dan dokumentasi tersebut akan dihadirkan melalui pameran foto dan dokumentasi Kayon Blora, cerita pohon-pohon besar dan pohon bersejarah, performance art bertema pohon, alam, dan kehidupan. Doa bersama sebagai ungkapan syukur atas alam dan kehidupan, serta ruang untuk mempertemukan alam, sejarah, budaya, seni, dan masyarakat.
ANUGERAH MERTI KAYON BLORA 2026
Sebagai puncak rangkaian kegiatan, akan diberikan Anugerah Merti Kayon Blora 2026 kepada 10 pohon terpilih yang memiliki nilai penting bagi lingkungan, sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat.
Anugerah tersebut bukan sekadar penghargaan kepada sebuah pohon, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada alam dan masyarakat yang selama ini menjaganya.
MEMBANGUN DATABASE KAYON BLORA
Selain itu, Merti Kayon Blora 2026 juga diarahkan untuk membangun Database Kayon Blora, yang mendokumentasikan pohon-pohon besar dan pohon bersejarah di Kabupaten Blora, berisi informasi tentang lokasi, jenis pohon, ukuran dan kondisi, perkiraan usia, nilai ekologis, sejarah, cerita rakyat, tradisi dan pengetahuan lokal, dokumentasi visual, serta keterangan masyarakat sekitar.
Database tersebut diharapkan menjadi rujukan awal untuk pendidikan, penelitian, konservasi, kebudayaan, dan penyusunan kebijakan perlindungan pohon di Kabupaten Blora.
MENJAGA POHON, MENJAGA KEHIDUPAN
Pohon mengingatkan kita bahwa kehidupan manusia tidak pernah berdiri sendiri.
Ketika kita menjaga pohon, sesungguhnya kita sedang menjaga masa depan.
Karena menjaga pohon bukan tugas satu orang. Ini adalah tanggung jawab kita bersama.
Mari mengenali pohon-pohon besar di sekitar kita. Mari mendengar cerita mereka. Mari merawatnya. Mari mewariskannya.
Rangkaian Kegiatan Merti Kayon BLORA 2026 akan dilaksanakan pada September – Oktober 2026.
Merti Kayon Blora 2026 membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah, desa atau kelurahan, komunitas, akademisi, pelajar, budayawan, seniman, media, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan seluruh masyarakat Blora.














