BPPKAD
Berita, HL  

Selidiki Keracunan Massal, Polres Blora Periksa Juru Masak dan Cek Asal-Usul Makanan

BLORA, beritaku,net – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora bergerak cepat menyelidiki kasus dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa SMP Negeri 1 Blora. Pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) hingga ke lokasi pembuatan makanan untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.

​Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Arifin, yang ditemui di lokasi menjelaskan bahwa pihaknya langsung turun tangan begitu menerima laporan adanya lonjakan pasien siswa dengan gejala keracunan di RS DKT Blora, Rabu (26/11).

​”Kita langsung bersama Pamapta, fungsi terkait, dan Inafis cek langsung ke rumah sakit. Dan benar, di situ ada anak-anak yang sedang dirawat diduga habis makan di sekolahan,” ujar AKP Arifin.

​Menindaklanjuti temuan tersebut, tim kepolisian tidak hanya berhenti di sekolah. Penyelidikan diperluas untuk melacak penyedia katering atau juru masak yang bertanggung jawab atas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi para siswa.

“Sekolah makanan itu dari mana, kita cek ke TKP asal usul makanan tersebut. Kita melaksanakan olah TKP dan pemeriksaan di tukang masaknya,” tegas Arifin.

​Saat ini, polisi telah mengamankan sejumlah sampel makanan sisa untuk keperluan uji ilmiah. Arifin menegaskan bahwa penyebab pasti keracunan belum bisa disimpulkan sebelum hasil uji laboratorium keluar.

Baca Juga :  Alasan Pasar Ngawen Belum Dibangun Usai Setahun Kebakaran, Ini Kata DPRD Blora

​”Nanti sampelnya makanan itu kita lab forensik, hasilnya apa nanti kita sampaikan. Jadi penyebab-penyebabnya apa, kita nunggu nanti hasil pemeriksaan laboratorium forensik,” tambahnya.

​Pihak kepolisian memastikan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dan mendetail. Tim penyidik menelusuri seluruh rantai produksi makanan tersebut guna memastikan di mana letak kesalahan atau kontaminasi terjadi.

​”Sudah melaksanakan olah TKP dari tahap awal bahan bakunya, sampai ke tahap awal persiapan, sampai ke pemasakan, (kondisi) tempatnya, sampai pengiriman kita cek lokasinya,” pungkas Arifin.

​Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan masih berjalan sementara para siswa yang menjadi korban masih dalam pemantauan medis.

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Maaf Guys..!!