”Cara untuk memastikan porsi sesuai dengan kebutuhan siswa saat pemorsian, saya berikan contoh gramasi sesuai dengan timbangan dan menggunakan alat bantu cetakan. Contohnya cetakan pada nasi, dan untuk sayur menggunakan sendok sayur yang sudah ada takarannya,” jelas Cantika secara mendetail.
Pengawasan ketat ini dimulai bahkan sebelum proses memasak dilakukan. Cantika melakukan inspeksi langsung pada setiap bahan baku yang dikirim oleh pemasok (supplier). Ia menegaskan bahwa kesegaran bahan baku adalah fondasi utama dari keamanan pangan yang ia kelola.
”Saat barang datang ada yang tidak segar, barang tersebut akan ditimbang dan akan dikembalikan ke supplier untuk diganti dengan barang yang baru,” tegasnya mengenai prosedur Quality Control (QC) di dapur tersebut.
Selain integritas bahan, Cantika juga melakukan diferensiasi perhitungan kalori antara siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan setiap siswa mendapatkan energi yang sesuai dengan tahap perkembangannya.
”Perhitungan kalori untuk anak SD dan SMP di dapur SPPG Blora Cepu Cepu 2 perbedaannya pada kebutuhan karbohidrat,” pungkas Cantika Novita Sari.















