Blora, beritaku.net – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumber Kradenan terus 0melakukan penguatan kedisiplinan dan penerapan standar kerja dalam operasional dapur MBG. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga kualitas pelayanan sekaligus menindaklanjuti hasil evaluasi sebelumnya.
Kepala SPPG Sumber Kradenan, Dimas Wahyu Nanda, menegaskan bahwa kedisiplinan relawan menjadi kunci utama dalam kelancaran proses kerja di dapur.
“Kedisiplinan menjadi pondasi utama. Mulai dari kehadiran, ketepatan waktu, hingga pelaksanaan tugas harus berjalan sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan,” ujarnya.
Selain itu, penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dapur juga terus diperkuat di setiap lini, mulai dari persiapan bahan, proses pengolahan, pemorsian, hingga kebersihan peralatan.
Menurut Dimas, setiap tahapan kerja memiliki peran penting dalam menentukan kualitas makanan yang didistribusikan kepada penerima manfaat.
“Semua proses harus mengikuti SOP. Ini bukan hanya soal alur kerja, tapi juga menyangkut keamanan pangan dan kelayakan makanan yang diterima anak-anak,” tambahnya.
SPPG Sumber Kradenan juga terus melakukan perbaikan berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan secara berkala. Masukan dari tim internal maupun pihak luar dijadikan bahan untuk meningkatkan kualitas layanan.
“Evaluasi yang ada tidak kami anggap sebagai kekurangan semata, tetapi sebagai bahan pembelajaran agar ke depan bisa lebih baik. Komitmen kami adalah terus berbenah,” jelasnya.
Dengan penguatan disiplin dan standar kerja tersebut, SPPG Sumber Kradenan berharap dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program MBG.
Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen SPPG dalam memastikan bahwa setiap makanan yang disajikan tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga aman, layak, dan dapat diterima dengan baik oleh penerima manfaat.















