Achlif

Tak Dapat Hadir Secara Langsung Edi Wuryanto Pantau Antusias Warga Melalui Aplikasi Zoom

Example 120x600

Edi Wuryanto Anggota Komisi IX DPR Riyang berasal dari Fraksi PDI Perjuangan gencar mengunjungi daerah-daerah dimana ia diusung menjadi wakil Rakyat. Tidak bisa datang langsung, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah ini Menyempatkan menyapa dan memantau antusiasme Masyarakat Pati melalui Aplikasi Zoom.

PATI (beritaku.net) – Kegiatan Vaksinasi yang dilakukan Anggota Komisi IX DPR RI Edi Wuryanto kali ini diwilayah  Desa Sidoharjo  Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Minggu (10/10)

Dikarenakan suatu hal yang gak bisa ditinggalkan, Anggota Komisi IX ini tidak bisa hadir langsung ditengah – tengah masyarakat Pati. Namun ia menyempatkan waktu untuk bisa memantau antusiasme masyarakat Sidoharjo, Pati secara langsung melalui aplikasi Zoom.

Dalam kesempatan itu ia mengungkapkan vaksinasi serentak yang dilakukan hari ini dibawakan 5000 dosis untuk Pati.

“Hari ini acara vaksinasi serentak 5000 dosis untuk kabupaten Pati yang memang diinisiasi oleh PDIP Kabupaten Pati,” ungkapnya

Ia juga menambahkan tentang sosialisasi penguatan pendataan keluarga oleh BKKBN pusat yang hari ini hadir di sudoharjo, Pati.

Menurut Edi Wuryanto sebagian dari kegiatan tersebut dibiayai dan disponsori oleh BKKBN untuk Rakyat Pati.

“BKKBN ini mitra Komisi IX, saya ada di dalamnya sehingga Komisi IX dan BKKBN terus roadshow keliling bahkan kami dengan BKKBN yang melalui bidan itu total ada ratusan ribu untuk membantu percepatan vaksinasi,” ungkap Edi

“Selain urusan KB, sekarang BKKBN ditambahi lagi untuk mengendalikan yang remaja-remaja, ada generasi remaja yang tugas BKKBN ada 3, yang pertama mencegah mereka jangan sampai hamil di luar nikah, Yang kedua pernikahan usia dini, wong nikah kuwi tubuh kita itu sudah diatur karo Gusti Allah nak urung siap dinikahi dadine Yo ora apik, contoh lahir anak jadi kecil, kurang pertumbuhan gizinya yang sering disebut dengan stunting, karena usia pernikahan terlalu dini. Untuk perempuan usia nikah 21 tahun, Nomor 3 yang lebih penting bagi anak usia remja itu adalah ketergantungan narkoba. Mudah-mudahan anak-anak remaja kita itu siji, jangan hamil di luar nikah, loro pernikahan dini nek urung cukup umur, telu jangan sampai terkena narkoba. Dan itu tugas BKKBN,” tegasnya

Baca Juga :  Vaksin Dosis Tiga Untuk Nakes di Blora Dipastikan Terpenuhi

“Yang terakhir BKKBN sekarang ditugasi untuk penanganan stunting. Stunting itu adalah ibu hamil kekurangan nutrisi selama kehamilanya enggak dipenuhi, lahirnya mengalami kegagalan tumbuh dan perkembangan otak, sehingga anaknya kerdil, dan cenderung tidak pintar, itu namanya stunting,” jelasnya

“Makanya semua keluarga didata dipetakan agar BKKBN tahu keluarga mana yang nanti akan digarap sesuai tugas fungsi BKKBN,” pungkas anggota Komisi IX *)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *