KENDAL, beritaku.net – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi peluang ekonomi baru bagi petani dan peternak di Kabupaten Kendal. Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Kawasan Widuri Pegandon, Muhammad Makmun, dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Kawasan di Desa Wonosari, Kecamatan Pegandon, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Muhammad Makmun menegaskan bahwa program ini memiliki fungsi strategis di tingkat desa.
“MBG bukan hanya program pemenuhan gizi, melainkan juga sebagai penggerak ekonomi desa,” ujar Makmun.
Kawasan Widuri Pegandon saat ini mengelola sekitar 1.400 hektare lahan Perhutani. Sebelumnya, mayoritas lahan di Desa Wonosari tersebut ditanami jagung oleh masyarakat setempat. Namun, diversifikasi komoditas mulai dilakukan untuk meningkatkan nilai ekonomi lahan.
Sejak tahun 2021, masyarakat setempat mulai menanam 125 pohon kelengkeng sebagai tanaman komoditas bernilai tinggi.
“Kami menanam dan merawatnya hampir tiga tahun, kemudian pada tahun 2024 mulai kami garap lebih serius,” jelas Makmun usai kegiatan lokakarya.
Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) rencananya akan menyerap berbagai komoditas lokal. Produk yang diserap meliputi beras, buah, sayur, ikan, ayam, telur, hingga daging sapi. Hal ini diharapkan dapat memangkas rantai distribusi pangan.
Kawasan Widuri juga tengah mengembangkan budi daya lele dan melon untuk memperkuat pasokan pangan MBG di Kendal. Selain itu, pengelola menggandeng peternak unggas desa, baik petelur maupun pedaging, agar terlibat langsung dalam ekosistem ini.
Lokakarya tersebut menjadi langkah awal dalam pengembangan kawasan produktif untuk menyukseskan program pemerintah. Sinergi antara petani, peternak, dan pengelola kawasan diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kendal.














